WARTABANJAR.COM, NEW YORK - Aksi keluar dari ruangan atau WO (walk out) dan absen dilakukan delegasi 77 negata dalam Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa).

Aksi tersebut dilakukan jelang agenda pidato Perdana Menteri Isral Benjamin Netanyahu di markas PBB, New York, Jumat (25/9/2026) dinihari WIB.

Dari 77 negara seperti dilansir Ynetnews tersebut, satu di antaranya adalah delegasi Indonesia.

Disebutkan, delegasi dari 77 negara tidak hadir atau meninggalkan ruangan saat Netanyahu baru mulai berbicara.

Di antara mereka terdapat keempat negara yang berbatasan langsung dengan Israel, yakni Mesir, Yordania, Lebanon, dan Suriah. 

Boikot dengan cara tidak hadir sejak awal dilakukan Yordania dan Mesir yang memilih tidak hadir sejak awal. 

Baca Juga: Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat, Sempat Azan Sholat Subuh

Baca Juga: Atasi Karhutla Kalimantan, 600 Pasukan Bela Diri dan Kapal Tempur Dikirim Jepang

Sementara delegasi Bahrain dan Uni Emirat Arab yang merupakan penandatangan Abraham Accords, tetap duduk di tempat untuk mendengarkan pidato Netanyahu.

Abraham Accords adalah serangkaian perjanjian normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan beberapa negara Arab yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada 2020.

Merespons aksi WO massal itu, Netanyahu mengatakan," Jika masih ada pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang. Terima kasih, banyak." 

Dalam pidatonya, Netanyahu mengeklaim bahwa Israel mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

"Melumpuhkan fasilitas nuklir Iran itu sulit. Namun merupakan salah satu keputusan termudah yang saya pernah ambil sebagai perdana menteri, karena jika kami tidak melakukannya, kita semua akan tewas," katanya.

DAFTAR 77 NEGARA WALK OUT DAN ABSEN

Suriname, Tuvalu, Turkmenistan, Yaman, Mesir, Panama, Senegal, Palestina, Sudan, Tunisia, Turki, Venezuela, Antigua dan Barbuda, Belize, Kongo, Oman, Qatar, Arab Saudi.

Tonga, Uzbekistan, Angola, Barbados, Kolumbia, Komoro, Dominika, Djibouti, Makedonia Utara, San Marino, Afrika Selatan, Somalia, Aljazair, Bangladesh, Brunei Darussalam, Brazil, Chili, Republik Demokratik Kongo (DRC).