Atasi Karhutla Kalimantan, 600 Pasukan Bela Diri dan Kapal Tempur Dikirim Jepang
WARTABANJAR.COM - Penderitaan masyarakat akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berdampak pekatnya kabut asap, ternyata mendapat perhatian serius dari pemerintah Jepang.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi memutuskan mengirim 600 pasukan bela diri atau Japan Self Defebse Forces (JSDF) dan kapal tempur Kunisaki serta tiga helikopter CH-47 untuk membantu mengatasi Karhutla yang mengakibatkan kabut asap hingga ke luar negeri.
Dalam pernyataannya, Jumat (28/8/2026), Kementerian Pertahanan Jepang menegaskan misi membantu pengendalian Karhutla ini sejalan dengan kesepakatan kerja sama pertahanan antara Menteri Pertahanan Indonesia dan Jepang, Mei 2026.
Dalam kesepakatan tersebut, kedua negara akan kerja sama di bidang bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana.
Sampai akhir Agustus 2026, Karhutla Kalimantan belum juga teratasi meski upaya pemadaman terus dilakukan.
Kondisi ini diperparah oleh fenomena El Nino dalam kategori sangat kuat.
Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), provinsi yang mengalami kondisi terparah akibat Karhutla adalah Kalbar.
Di provinsi ini, luasan lahan terbakar lebih dari 38 ribu hektare.
Baca Juga: Karhutla di Gambut Kabupaten Banjar, Sudah Dekati Pemukiman Warga
Baca Juga: 2.019 Karhutla Terjadi di Kalsel, BPBD Sebut Ada 12.791 Titik Panas
Di Kalteng, titik api semakin membesar di Kotawaringin Timur (Sampit), Palangkaraya, dan Kapuas.
Bahkan di Palangkaraya yang merupakan ibukota Kalteng, api sudah merangsek hingga 30 meter dari kawasan permukiman di Kawasan Jalan Yos Sudarso.
Kondisi tidak kalah menyedihkan terjadi di Ibukota Kalsel, Banjarbaru.
Di sini nyaris tiada hari tanpa kobaran api Karhutla.
Kabut asap pekat pun terus menyelimuti Banjarbaru, terutama dini hari hingga pagi sehingga mengganggu aktivitas penerbangan dan kegiatan masyarakat.
Kaltim dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltara, di Agustus ini dilaporkan telah ada 400 kejadian kebakaran baru yang menghanguskan lahan hingga ribuan hektare. (wartabanjar.com)