Data PeduliLindungi yang ada di tangan Bjorka meliputi data pengguna atau (94 juta), akun yang diurutkan (94 juta), data vaksinasi 209 juta, riwayat check-in (1,3 miliar), dan riwayat pelacakan kontak (1,5 miliar).

Bjorka menjual data PeduliLindungi itu seharga 100.000 Dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 1,5 miliar dalam bentuk mata uang kripto BitCoin.

Sebelumnya, Bjorka juga membocorkan 44 juta data aplikasi MyPertamina dalam situs yang sama.

Bjorka mengklaim meretas data MyPertamina sebesar 30 Gigabyte atau 6 Gigabyte terkompresi yang terdiri dari nama, email, NIK, NPWP, nomor telepon, alamat, tanggal lahir, jenis kelamin, dan penghasilan pemilik data, mulai dari per hari, bulan, dan tahun.

Akun Twitter Bjorka Kembali Ditangguhkan

Beberapa waktu lalu, Bjorka sempat membuat heboh karena membocorkan data rahasia negara.

Dia membuat pernyataan baik di Twitter juga Telegram.

Dia membeberkan data hasil pembobolannya itu di kedua media sosial tersebut.
Akunnya kemudian ditangguhkan, namun setelah beberapa lama dia kembali ke Twitter melalui akun baru, @bjorkapipa pada Kamis (10/11/2022) lalu.

Dia kala itu mengatakan telah menjual ribuan data pengguna aplikasi MyPertamina.

Lalu menjawab tantangan seorang netizen untuk membobol PeduliLindungi sebagai target berikutnya, Bjorka menyetujuinya.

Dia bertanya ke para pengikutnya apa lagi data berikutnya yang sebaiknya dibobolnya.

Seorang netizen bernama ima*** menyarankan untuk membobol data aplikasi PeduliLindungi.

"Peduli lindungi?" tulis ima***.

Bjorka kemudian menjawab, "covid-19 app? interesting."

Selanjutnya dia me-retweet saran ima*** tersebut dengan caption "next target" seakan menandakan dia akan benar-benar membobol data pengguna PeduliLindungi sebagai target berikutnya.

Kali ini rupanya dia benar-benar melakukan niatnya itu.

Namun hari ini, Kamis (17/11/2022), pantauan wartabanjar.com, akun Twitter baru Bjorka itu kembali ditangguhkan.

Akun Twitter baru Bjorka kembali ditangguhkan usai bobol data pengguna MyPertamina awal November 2022 lalu. Terbaru, dia mengaku telah menjual 3,2 miliar data pengguna aplikasi PeduliLindungi. Foto: Tangkapan layar Twitter/(@bjorkapipa)

(brs/berbagai sumber)

Baca Juga: Puluhan Warga Alalak Utara Terpapar Scabies, Mengeluarkan Nanah Mirip Cacar