PT Jhonlin Agro Raya Dengan Kode Emiten JARR Catatkan Sahamnya di BEI, Hanya 5 Menit Sudah Meroket 24,67 Persen
Menurut Anshy ML Mawuntu, Direktur Investment Banking PT Investindo Nusantara Sekuritas, pada masa offering period yang menggunakan sistem penawaran elektronik, tercatat hampir 27 ribu pemesanan saham JARR dengan jumlah Rp 2,4 triliun.
“Dari total pemesanan saham yang masuk, sejumlah lebih dari 7 miliar saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment, sehingga terjadi oversubscribed 58x dan kelebihan permintaan sebanyak hampir 7 kali dari total saham yang ditawarkan,” kata Anshy.
PT Jhonlin Agro Raya Tbk pun menyambut baik tingginya permintaan ini.
Sementara menurut Direktur Keuangan JARR Temmy Iskandar, fundamental Perseroan sangat baik, membukukan penjualan Rp1.303 miliar pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2022, atau naik 12.433% dibandingkan penjualan yang berakhir pada 31 Maret 2021 (yoy).
“Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan volume penjualan FAME, seiring beroperasinya pabrik biodiesel Perseroan pada September 2021, serta produk baru PFAD, RBDPO, Glycerin dan Fatty Mater,” kata Temmy.
Berkat pencapaian positif itu, JARR berencana membagikan deviden setelah IPO dengan besaran sebanyak-banyaknya 15 persen dari laba bersih antara Rp 50 miliar- Rp100 miliar untuk tahun buku 2023 dan dibayarkan pada tahun 2024, atau sebanyak-banyaknya 20 persen untuk laba bersih di atas Rp 100 miliar.
Pada 31 Maret 2022, total aset Perseroan Rp3.321 miliar dengan total liabilitas Rp2.487 miliar dan total ekuitas Rp834 miliar.
JARR yang didirikan tahun 2014, berdasarkan data Prospektus, komposisi pemegang saham setelah IPO adalah PT Eshan Agro Sentosa (84,64%), PT Sinar Bintang Mulia (0,08%) dan masyarakat 15,29 persen.
Kegiatan usaha utama Perseroan adalah perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit terpadu karena memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 17.020 Ha dengan izin Hak Guna Usaha (HGU) di Kotabaru dan Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.
Perseroan memiliki Pabrik Refinery dan Pabrik Biodisel dengan kapasitas 1.500 TPD (ton per day). Saat ini Perseroan sedang melakukan tahap penyelesaian pembangunan Pabrik Minyak Goreng dengan kapasitas 250 TPD yang ditargetkan selesai akhir tahun 2022, serta proses persiapan dan pematangan lahan pembangunan Pabrik Kelapa Sawit dengan kapasitas 60 TPH.