Data Korban Gempa M5,8 Mumuju yang Getarannya Sempat Dirasakan Hingga Banjarmasin
Kepala BNPB bertolak dari bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan pada pukul 08.00 WIB dengan membawa rombongan yang meliputi Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Tenaga Ahli serta Staf Khusus.
Sesuai rencana, Kepala BNPB beserta rombongan akan bertemu dengan Gubernur Provinsi Sulawesi dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat guna melaksanakan rapat koordinasi percepatan penanganan bencana gempabumi.
Baca juga:
Kesempatan bagi Pencari Kerja, Adaro Energy Buka Lowongan untuk Lulusan D3...
BREAKING NEWS Jenazah Eril Putra Ridwan Kamil Ditemukan
Usai rapat koordinasi, Kepala BNPB dijadwalkan untuk meninjau lokasi terdampak untuk mendapatkan informasi di lapangan mengenai kebutuhan dasar saat kondisi kedaruratan. Pada tinjauan lapangan tersebut Kepala BNPB akan menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dan bantuan logistik serta peralatan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala BNPB juga akan memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait perkembangan terkini penanganan bencana gempabumi M 5.8 Mamuju usai peninjauan lapangan.
Sebanyak 17 Orang Luka-Luka
Gempabumi M 5.8 yang berpusat di koordinat 2,77° LS ; 118,56° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 26 kilometer arah Barat Tapalang Barat, Mamuju, Sulawesi Barat, diketahui telah menyebabkan kerusakan beberapa bangunan.
Atas kejadian itu, kurang lebih 7.650 warga Kabupaten Majene mengungsi. Berdasarkan laporan visual dari lapangan per Rabu (8/6) pukul 21.50 WIB, para warga mulai mendirikan tenda darurat menggunakan terpal berwana biru dan oranye di beberapa titik tak jauh dari permukiman mereka, di pelataran masjid Deking dan di SMK Kota Tinggi.