"Masyarakat merupakan aktor utama untuk pemberantasan obat tradisional mengandung BKO. Kesadaran masyarakat untuk menolak konsumsi obat tradisional mengandung BKO akan menurunkan permintaan terhadap produk tersebut sehingga supply akan menurun. Untuk membantu masyarakat dalam memilih produk obat tradisional aman dan berkualitas, Badan POM telah menyediakan aplikasi public warning obat tradisional mengandung BKO. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk memilah-milah penggunaan obat tradisional
yang akan dikonsumsi," katanya.

Terkait dengan temuan tersebut, penanganan obat tradisional mengandung BKO akan lebih optimal jika dilakukan secara sinergis dan terintegrasi bersama semua pemangku kepentingan.

Integrasi tersebut dilakukan melalui 3 (tiga) strategi integrasi, yaitu integrasi pelaksana program, bentuk program, dan tempat pelaksanaan program.(aqu)

Editor Restu