Lahan Terbakar Capai 893 Hektare, Pemkab Tanah Laut Evaluasi Status Siaga Darurat Karhutla
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI -Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar rapat evaluasi status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna menentukan arah kebijakan penanganan bencana di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Tanah Laut, Selasa (22/9/2026).
Rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Ismail Fahmi bersama BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, serta lintas instansi ini berfokus memetakan eskalasi karhutla yang kian berdampak pada sektor kesehatan, pendidikan, hingga pertanian warga.
Langkah evaluasi ini dilakukan jelang berakhirnya masa status siaga darurat karhutla pada 30 September 2026 mendatang.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Tanah Laut per 21 September 2026, amukan si jago merah telah melahap 893,866 hektare lahan dari 233 kejadian.
Dari total area yang terbakar, tim gabungan baru mampu menjinakkan api di area seluas 189,941 hektare karena dominasi lahan gambut dan semak belukar kering yang sulit dipadamkan.
Baca Juga Petugas RSJ Sambang Lihum Kabupaten Banjar Panik Berlarian Saat Api Karhutla Kepung Rumah Sakit
Baca Juga Tim Penyelam Temukan Banyak Jenazah Terperangkap dalam Kamar Tidur Penumpang Kapal Virgo
Sekretaris Daerah Tanah Laut, Ismail Fahmi, menegaskan penentuan status kebencanaan ke depan wajib berpijak pada kondisi faktual di lapangan agar penanganannya tepat sasaran.
"Kalau kondisinya sampai tanggal 30 masih seperti ini, langsung saja kita tetapkan status kebencanaan tetap. Tidak ada penurunan, tidak ada kenaikan, berarti masih dalam satu siaga," tegas Ismail.
Bati-Bati Paling Parah, Asap Ganggu Sekolah dan Kesehatan Warga
Sebaran karhutla kini telah merata di hampir seluruh kecamatan di Tanah Laut. Kecamatan Bati-Bati mencatatkan kerusakan lahan terluas, disusul Kecamatan Pelaihari yang mengalami lonjakan titik api cukup signifikan.
Sulitnya akses menuju lokasi seperti area perusahaan dan kawasan konservasi menjadi tantangan utama petugas di lapangan.
Dampak karhutla tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mulai merembet ke kehidupan harian masyarakat:
Kesehatan: Dinas Kesehatan Tanah Laut mencatat kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga 100 kasus saban minggunya sejak pertengahan Agustus.