“Harga CPO global tidak bisa memengaruhi harga CPO domestik itu berbeda dengan bahan bakar minyak [BBM] fosil karena CPO kita tidak impor dari luar, CPO kita produksi net eksportir di dunia idealnya kita adalah penentu harga,” kata dia.

Di sisi lain, dia mengatakan kebijakan pemerintah untuk melepas harga minyak goreng pada mekanisme pasar telah meningkatkan angka kemiskinan di tengah masyarakat.

Alasannya dengan harga minyak goreng curah dipatok Rp14.000 per liter, konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah yang mencapai 2,4 juta kiloliter (kl) tertahan.

“Kami tidak merekomendasikan melepaskan ke mekanisme pasar karena masyarakat kita akan menjadi korban, dalam konteks pengeluaran saudara-saudara kita yang ada di rentang garis kemiskinan langsung anjlok di bawah garis kemiskinan,” tuturnya. (*)

Editor: Erna Djedi