WARTABANJAR.COM – Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 19 November 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 516 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.100.837 orang (96,4%).
Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang sebanyak 161 kasus dan totalnya menjadi 8.154 kasus (0,2%). Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 360 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.252.705 kasus.
Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 5 kasus dan kumulatifnya mencapai 143.714 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 272.704 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 5.669 kasus.
Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 1.328.065 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 133 juta orang atau 133.402.051 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 1.624.194 orang dan totalnya meningkat melebihi 87 juta orang atau angka tepatnya 87.960.117 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah 5.759 orang dan kumulatifnya melebihi 1,2 juta orang atau 1.203.590 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.
Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat 5 provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Barat menambahkan 205 orang dan kumulatifnya 691.421 orang, diikuti DKI Jakarta menambahkan 104 orang dan kumulatifnya 849.091 orang, Jawa Tengah menambahkan 33 orang dan kumulatifnya 454.428 orang, Jawa Timur menambahkan 33 orang dan kumulatifnya 369.183 orang serta DI Yogyakarta menambahkan 24 orang dan kumulatifnya 150.750 orang.
Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni:
1. DKI Jakarta menambahkan 97 kasus dan kumulatifnya 863.231 kasus
2. Jawa Barat menambahkan 68 kasus dan kumulatifnya 707.235 kasus
3. Kalimantan Barat menambahkan 38 kasus dan kumulatifnya 41.396 kasus







