VIRAL! Bocah di Sukabumi Tewas Mengenaskan, Diduga Dianiaya Ibu Tiri hingga Luka Bakar dan Organ Bengkak
WARTABANJAR.COM, SUKABUMI – Publik Sukabumi digegerkan dengan kematian tragis seorang remaja berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bocah yang sehari-hari tinggal di pesantren itu meninggal dunia dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh serta temuan pembengkakan organ dalam berdasarkan hasil autopsi.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat korban tengah pulang ke rumah untuk persiapan menyambut bulan puasa bersama keluarga.
Pulang Kerja, Ayah Syok Lihat Kondisi Anak
Ayah korban, Anwar Satibi (38), tak kuasa menahan tangis saat menceritakan momen ia mendapati putranya dalam kondisi memprihatinkan. Ia mengaku baru kembali dari Kota Sukabumi setelah bekerja selama dua hari dua malam.
Sebelum berangkat, sang anak disebut dalam kondisi sehat. Namun setibanya di rumah, ia mendapati kulit korban melepuh di bagian kaki, punggung, hingga tangan.
Awalnya, luka tersebut disebut akibat demam panas. Namun kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Pengakuan Mengejutkan Sebelum Meninggal
Di rumah sakit, seorang kerabat yang dekat dengan korban sempat berbincang dengannya. Dalam kondisi lemah, korban diduga mengaku diberi minum air panas oleh ibu tirinya.
Keterangan itu memicu emosi sang ayah. Meski demikian, pihak keluarga memilih menempuh jalur hukum dan meminta dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Hasil Autopsi: Luka Bakar dan Organ Membengkak
Kepala RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian, menyampaikan bahwa tim forensik menemukan luka bakar pada anggota gerak, punggung, serta area wajah korban.
Selain itu, pemeriksaan organ dalam menunjukkan adanya pembengkakan pada jantung dan paru-paru. Namun hingga kini, penyebab kematian belum dapat disimpulkan secara pasti dan masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan.
Pihak forensik juga menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban.
Dugaan Kekerasan Bukan Kali Pertama
Ayah korban mengungkap bahwa dugaan kekerasan terhadap anaknya disebut pernah terjadi sekitar satu tahun lalu dan sempat dilaporkan ke polisi. Saat itu kasus berakhir dengan mediasi.