Petani di Timika Papua Diajari Melakukan Ini Oleh Anggota TNI
WARTABANJAR.COM, TIMIKA - Personel TNI Kodim 1710/Mimika dipimpin Serma Tori Suwandi Babinsa Kampung Limau Asri Timur melaksanakan pendampingan kepada kelompok tani binaan melakukan praktik nyata menanam sayuran secara hidroponik dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan daerah.
Babinsa Kodim Mimika Serma Tori Suwandi dalam keterangan, Minggu mengatakan, praktik menanam hidroponik bersama Kelompok Tani SP 5 pada lahan milik Suprantono di jalur poros Kampung Limau Asri Timur Distrik Iwaka Kabupaten Mimika, Papua.
Ia mengakui, pendampingan praktik hidroponik bertujuan untuk ikut memantau serta memberikan dukungan kepada para kelompok tani binaan guna mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Mimika.
"Kegiatan pendampingan dan praktik ini merupakan bentuk monitoring dan upaya Babinsa di bidang pertanian sebagai salah satu langkah untuk menyukseskan program pemerintah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan khususnya di wilayah Kabupaten Mimika," ungkap Serma Tori.
Serma Tori menambahkan, kegiatan pendampingan sekaligus praktik lapangan tersebut juga dalam upaya memberikan motivasi terhadap kelompok tani binaan untuk peningkatan produktivitas hasil pertanian lokal.
"Saya juga bermaksud memberikan motivasi kepada warga agar lebih giat dan semangat dalam melakukan aktivitas bertani,"ujar Babinsa.
Sementara itu, warga binaan kelompok tani, Suprantono memberikan apresiasi kinerja TNI yang turun langsung memberikan pendampingan menanam sayuran dengan caea hidroponik.
"Saya nilai pendampingan ini sangat baik untuk memberikan pengetahuan dan motivasi cara tepat menanam sayuran hidroponik,"ungkap Suprantono.
Diketahui sebelumnya seorang pedagang emas tewas ditikam oleh orang tak dikenal di Jalan Hanurata, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Dari rekaman video yang beredar, korban dan saksi ditolong oleh seorang warga yang melintas di lokasi kejadian yang kemudian langsung menghubungi pihak kepolisian.
Sang istri yang diketahui Virgita Legina Hellu tampak menangisi jasad sang suami yang sudah tewas meregang nyawa di belakang mobil.
Belakangan tau kalau sang istri hanya pura-pura menangis hanya untuk menutupi jejak pembunuhan yang telah dirancangnya sendiri. (ant)
Editor: Erna Djedi