Vaksin COVID-19 Sinopharm Disetujui WHO, Namun Hanya untuk Kondisi Tertentu
Berdasarkan semua bukti yang tersedia, WHO merekomendasikan vaksin bagi orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dalam dua dosis dengan jarak jadwal pemberian tiga hingga empat minggu.
Vaksin itu, yang dikembangkan oleh Beijing Biological Products Institute yang merupakan unit anak perusahaan Sinopharm China National Biotec Group, diperkirakan memiliki kemanjuran 79 persen untuk semua kelompok umur.
"Informasi yang kami miliki untuk penggunaan pada orang di atas 60 tahun masih sangat langka. Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa vaksin akan berpengaruh berbeda pada kelompok usia yang lebih tua ini," kata ketua panel SAGE, Alejandro Craviato.
Dengan mencatat kesenjangan dalam data klinis, dia mengatakan Sinopharm atau otoritas nasional harus memantau orang-orang di atas 60 tahun, juga kalangan orang dengan penyakit penyerta serta wanita hamil setelah vaksinasi.
WHO mengatakan pihaknya dapat mencapai keputusan tentang vaksin COVID-19 utama China lainnya, yaitu yang dibuat oleh Sinovac Biotech, minggu depan.
Para ahli teknis memeriksanya pada Rabu (5/5/2021).
"Kami telah mulai meninjau laporan dari Sinovac. Kami sebenarnya meminta informasi tambahan kepada pabrikan yang kami harap akan segera terima untuk membuat keputusan," ujar ketua kelompok penasihat teknis WHO, Arnaud Didierlaurent.
China telah menyebarkan sekitar 65 juta dosis vaksin Sinopharm dan sekitar 260 juta dosis suntikan Sinovac.
Kedua vaksin tersebut telah diekspor ke banyak negara, terutama ke Amerika Latin, Asia dan Afrika yang banyak di antaranya mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan vaksin yang dikembangkan di negara-negara Barat. (ant)
Editor: Yayu Fathilal