WARTABANJAR.COM, JAKARTA – PP PBSI akan menerapkan sistem baru berbasis level dan reward bagi atlet Pelatnas Cipayung mulai 2026. Kebijakan ini membawa dampak signifikan, salah satunya penurunan status tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa kebijakan ini dibuat agar pengiriman atlet ke turnamen lebih efektif dan berbasis prestasi. Sistem levelisasi dianggap lebih tepat dibanding mengirim atlet ke banyak turnamen tanpa hasil maksimal.
“Dibanding kita berikan turnamen banyak tapi tidak ada pencapaian, lebih baik ikut sesuai kapasitasnya,” ujar Eng Hian di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Ginting Turun ke Elite B
Dalam skema baru tersebut, Ginting resmi diturunkan ke kategori Elite B. Penurunan ini didasarkan pada evaluasi performa sepanjang 2025 yang dinilai menurun.
Eng Hian menyebut hasil Ginting belum konsisten setelah mengalami cedera bahu. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, ia kesulitan menembus babak 16 besar turnamen.
“Ginting untuk tahun ini kami downgrade ke B karena pencapaiannya dari 2025 itu masih turun,” tegas Eng Hian.
Sistem Level dan Target Prestasi
Dalam sistem terbaru, atlet utama dibagi menjadi Elite A dan Elite B dengan target berbeda. Atlet Elite A dituntut meraih gelar minimal level Super 300 dan mengejar turnamen level lebih tinggi untuk mendapatkan bonus.
Sementara itu, atlet di level bawah difokuskan pada target juara di level turnamen tertentu agar bisa naik kelas dan mendapatkan tambahan reward, termasuk peluang tampil di turnamen lebih besar.







