WARTABANJAR.COM - Perhelatan Piala Dunia 2026 sudah rampung, dan Arsenal langsung menanggung konsekuensinya.

Klub London Utara itu memasuki pramusim jelang Liga Inggris 2026/2027 dengan daftar masalah yang berlapis, mulai cedera, kebugaran belum ideal, hingga penurunan performa sejumlah pilar.

Arsenal akan menyambut kembalinya pemain secara bertahap, bergantung pada seberapa jauh negara mereka melaju di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ritme pemulihan dan integrasi kembali ke skuad menjadi pekerjaan besar di awal pramusim.

Di antara kontestan Liga Inggris, The Gunners termasuk yang paling merasakan dampak negatif.

William Saliba kembali bermasalah, sementara Declan Rice dan Bukayo Saka diperkirakan butuh waktu lebih panjang untuk kembali ke level tertinggi.

Di sisi lain, tak semua kabar datang dengan nada muram. Ada yang pulang dengan status juara dunia, ada pula yang tampil menonjol meski kini sudah tidak lagi berseragam Arsenal.

Baca Juga: Demi Bersaing di Liga Champions, Como Kini Lirik Penyerang Buangan Juventus

Baca Juga: Donald Trump Dihapus dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026

William Saliba menjadi sorotan utama. Bek andalan Arsenal itu sudah mengalami masalah pada punggung sebelum Piala Dunia 2026, lalu kembali cedera saat Prancis kalah dari Spanyol di semifinal.

Kondisi tersebut diperkirakan membuatnya harus menepi dalam waktu yang cukup lama.

Kebugaran dua pemain timnas Inggris, Declan Rice dan Bukayo Saka, juga belum ideal.

Keduanya dinilai tidak berada dalam kondisi fisik terbaik sepanjang turnamen, sehingga diperkirakan membutuhkan waktu istirahat tambahan sebelum musim baru dimulai.

Skenario terburuknya, Rice dan Saka berpeluang absen pada laga-laga awal Liga Inggris di bulan Agustus 2026.

Masalah Arsenal tidak berhenti pada cedera. Sejumlah pemain gagal menunjukkan performa terbaiknya selama Piala Dunia 2026, memengaruhi kesiapan tim menatap musim baru.

Eberechi Eze dan Noni Madueke tampil di bawah ekspektasi bersama Inggris. Sementara itu, Viktor Gyokeres dan Kai Havertz juga gagal memberikan kontribusi maksimal, ketika negara masing-masing membutuhkan mereka pada fase gugur.