WARTABANJAR.COM, SAMPIT– Sedari Januari 2026 hingga Juni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) menangani lebih dari 450 pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sedikitnya 125 pasien bahkan menjalani rawat inap dan 325 pasien rawat jalan.

Jumlahnya diperkirakan meningkat tajam sepanjang Juli 2026 seiring dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ancaman kabut asap pun diantisipasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim dengan menyiapkan 72 ribu masker yang terdiri atas 60 ribu masker untuk orang dewasa dan 12 ribu masker anak-anak.

Kepada wartawan, Kamis (23/7/2026), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, Kamis (23/7/2026), mengatakan pembagian dilakukan pekan ini bila asap semakin tebal.

Selain menyiapkan masker, Dinkes Kotim terus memantau perkembangan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

BACA JUGA: Tanggulangi Karhutla, Heli Water Bombing Siramkan Jutaan Liter Air di Kalteng Dalam Lima Hari

BACA JUGA: Kabut Asap Karhutla di Tumbang Nusa Mulai Ancam Jalur Banjarmasin-Palangka Raya Kalteng

RSUD dr. Murjani pun meminta masyarakat menjaga kesehatan menghadapi musim kemarau yang semakin panas.

Direktur RSUD dr. Murjani, dr. Yulia Noviany menyampaikan kondisi ini meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama mengenai saluran pernapasan dan sanitasi lingkungan.

Debu dan kotoran beterbangan mengancam gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.

"Segera periksa bila anak mulai mengalami gejala ISPA maupun diare," tegas dr. Yulia.

Ia juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan masker saat kualitas udara menurun akibat debu maupun asap. (wartabanjar.com/tamam)

Editor: Yayu