Al-Hilal Resmi Dapatkan Crysencio Summerville Seharga Rp1,4 Triliun
WARTABANJAR.COM - Penampilan apik winger timnas Belanda Crysencio Summerville di Piala Dunia 2026, sukses mendongkrak harga pasarnya.
Di bursa transfer musim panas ini, pemenangnya adalah raksasa Liga Arab Saudi, Al-Hilal.
Al-Hilal resmi memenangkan perburuan sengit untuk mendatangkan pemain West Ham tersebut, dengan harga fantastis, mencapai EUR70 juta, atau setara Rp1,4 triliun.
Pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, telah menyematkan tanda verbal "Here we go" setelah sang pemain memberikan lampu hijau final untuk merampungkan tes medis di Riyadh.
Langkah agresif yang dilakukan oleh Al-Hilal ini, sekaligus menghancurkan rencana matang AS Roma, yang sebelumnya berada di garis terdepan untuk mengamankan tanda tangan Summerville.
Klub berjuluk Giallorossi tersebut sejatinya sudah melayangkan tawaran resmi sebesar EUR46 juta, atau setara Rp940 miliar. Mereka bahkan mengirimkan jet pribadi ke Rotterdam untuk menjemput Summerville.
Namun, proposal masif dari Arab Saudi yang bernilai hampir dua kali lipat dari tawaran awal Roma, membuat manajemen West Ham silau. Mereka langsung melunak dan memberikan izin penuh bagi kepergian bintangnya.
Baca Juga: Sassuolo Incar Mantan Bek Sepuh Inter Milan, Jadi Tandem Bek Timnas Indonesia Jay Idzes
Baca Juga: Tak Peduli Liga Champions, Mario Merasa Mendapat Keluarga Baru di AC Milan
Faktor finansial yang ditawarkan oleh kubu Al-Hilal dikabarkan menjadi pembeda utama yang tidak sanggup ditolak. Baik oleh pihak West Ham maupun perwakilan sang pemain sendiri.
Di bawah asuhan pelatih Simone Inzaghi, Al-Hilal menyodorkan draf kontrak jangka panjang berdurasi hingga 2031. Dengan bayaran gaji bersih mencapai EUR16 juta, atau setara Rp326 miliar, per musim.
Angka tersebut melonjak berkali-kali lipat dibandingkan kesepakatan personal yang sempat disetujui Summerville bersama manejemen Roma. Klub ibu kota itu menawarkan gaji "hanya" EUR4,5 juta, atau setara Rp91 miliar per tahun.
Keputusan West Ham untuk melepas aset berharganya ini juga dipicu oleh situasi internal klub yang baru saja terlempar dari Premier League, dan terdegradasi ke kompetisi Championship pada akhir musim lalu.