Komisi II DPRD Kalsel Evaluasi Penanganan Ketahanan Pangan yang Terdampak Banjir

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Musibah banjir yang melanda beberapa kawasan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan selain mengganggu perekonomian masyarakat, juga menimbulkan kekhawatiran terhadap ketahanan pangan, khususnya di daerah yang terdampak langsung banjir akibat rob dan curah hujan yang cukup tinggi.

Untuk mengetahui persiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menghadapi kebutuhan pangan tersebut, Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja evaluasi ketahanan pangan bersama mitra kerja terkait, di ruang rapat Komisi II Gedung DPRD Provinsi Kalsel Lt. 4, Jalan Lambung Mangkurat No. 8, Banjarmasin, Rabu (7/1/2026).

Ketua Komisi II, Muhamad Yani Helmi mengungkapkan dari hasil evaluasi tersebut diketahui bahwa di sektor pertanian, khususnya tanaman padi, saat ini Kalsel mengalami surplus, termasuk di sektor peternakan unggas (ayam) juga.

“Jadi, ketersediaan pangan di pasar cukup. Melalui dinas ini juga perintah Pak Gubernur untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Utamanya di daerah Martapura (Kabupaten Banjar) secara umum. Kami anggota dewan juga ikut membantu korban banjir,” tutur pria yang akrab disapa Paman Yani tersebut.

Terkait penanganan banjir ke depannya, politisi Partai Golongan Karya ini menyebutkan berencana menggandeng BWS (Balai Wilayah Sungai) Kalimantan III untuk bersama-sama mengevaluasi sungai-sungai dan anak sungai yang ada di Kalsel, khususnya sungai Martapura agar bisa di normalisasi.

“Masalah banjir ini kita penanganannya dari hulu sampai ke hilir. Tidak bisa kita, banjir kita bagi-bagi bantuan itu tidak akan selesai. Jadi inginkan pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat, itu selain hutan kita reboisasi, sungai juga harus kita normalisasi, utamanya sungai Martapura,” ucap Paman Yani.