WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Festival Rakyat Nusantara 2026 di Tugu Pal 0 Kilometer Banjarmasin, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan digelar mulai pukul 14.00 WITA sampai pukul 03.00 WITA bertepatan dengan final Piala Dunia 2026.

Ya, di Festival Rakyat Nusantara 2026 digelar bazaar UMKM, hiburan rakyat, hingga nonton bareng final Piala Dunia.

Juga terdapat penampilan alutsita exhibition, zumba, drum band, dan dangdut rakyat.

Acara digelar gratis untuk seluruh warga Kalsel selama 13 jam nonstop, dengan berbagai hadiah menarik.

Baca Juga Polisi Amankan Seorang Pria di Murung Pudak Tabalong, Pencurian Kabel Tembaga di Jalur Pipa Minyak

Baca Juga Bantu Selundupkan Senpi untuk Pembunuh Sopir Ekspedisi Asal Banjarmasin, Istri Pelaku Diperiksa Polda Kalteng

Nonton bareng (nobar) final Piala Dunia akan digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Tugu Pal 0 Kilometer Banjarmasin.

Gelaran nobar final Piala Dunia ini jadi soft opening pembukaan Tugu Pal 0 Kilometer Banjarmasin.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal pemanfaatan kawasan ikon baru tersebut sebagai ruang publik sekaligus pusat aktivitas masyarakat.

Hal terserah diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib.

Ia menjelaskan Gubernur Kalsel berencana memanfaatkan kawasan itu untuk menggelar soft opening melalui kegiatan nobar final Piala Dunia.

“Belum ada instruksi untuk peresmian, tetapi rencananya akan ada soft opening. Pak Gubernur ingin menggelar nonton bareng final Piala Dunia di Tugu Pal 0 Kilometer dengan mengundang masyarakat dan menghadirkan pelaku UMKM,” ujar Yasin, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, setelah kegiatan tersebut, kawasan Tugu Pal 0 Kilometer akan mulai dimanfaatkan sebagai ruang publik yang dapat diakses masyarakat.

Pengelolaan kawasan itu juga direncanakan akan diserahkan kepada Dinas Pariwisata, meski masih menunggu koordinasi lebih lanjut.

Yasin menambahkan, Gubernur juga mengusulkan sejumlah pengembangan agar kawasan tersebut semakin hidup, di antaranya pembangunan panggung untuk pertunjukan seni dan musik.

Nantinya, panggung tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelajar SMA maupun mahasiswa secara bergiliran untuk menampilkan kreativitas mereka setiap pekan.