Selain keterikatan historis keilmuan, Kalsel juga terpilih karena faktor strategis Kota Banjarbaru yang kini menyandang status sebagai pusat pemerintahan atau ibu kota baru provinsi.

Kementerian Kebudayaan mencatat dari berbagai hasil survei di sejumlah pulau besar, kegiatan Temu Narasi secara fisik di tahun ini hanya digelar di dua daerah terpilih.

”Temu Narasi ini baru dilakukan di tahun ini cuma di dua kota yang kita pilih, yaitu di Jawa Timur pada bulan September dan Kalsel ini yang kedua,” beber Ishak.

Ia juga menitipkan pesan khusus agar tongkat estafet perjuangan menjaga dan melestarikan kekayaan alam tersebut diteruskan oleh generasi muda Banua.

”Tentu ini menjadi tugas kawan-kawan anak muda untuk melestarikan sumber daya alam yang ada demi pembangunan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)