Relawan Banjarmasin Harus Terdaftar di e-Damkar untuk Dapat Insentif Banpres Karhutla
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Banjarmasin menerima dana Bantuan Presiden untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Banpres Karhutla) sebesar Rp20 miliar.
Dari jumlah itu, rencananya sebanyak Rp7,587 miliar di antaranya akan dibagikan kepada para relawan sebagai dana insentif.
Namun, pemberian insentif hanya akan diberikan kepada para relawan yang terdaftar di aplikasi e-Damkar.
"Harus bisa dibuktikan bahwa mereka betul-betul memiliki alat dan menjaganya di posko untuk memadamkan karhutla bila diperlukan," kata Sekdako Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Senin (2/11/2026).
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan, alokasi tersebut masih dalam proses penganggaran dan menunggu finalisasi.
Baca Juga: Warga Berharap Tidak Asal Jadi, Dinas PUPR Banjarmasin Bangun Drainase di Sejumlah Lokasi
Baca Juga: 5 Bangunan Terbakar di Pekapuran Laut Banjarmasin
Selain insentif bagi relawan, dana Banpres Karhutka juga akan digunakan untuk pengadaan sarana pendukung berupa mesin Alkon untuk unit-unit damkar di Banjarmasin.
Terkait pengadaan itu akan dilakukan pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin bersama Balakar untuk memastikan jumlah unit yang memenuhi kriteria.
Ichrom Muftezar pun mengungkapkan, jumlah unit damkar atau BPK (barisan pemadam kebakaran) setelah dilakukan verifikasi dan validasi berkurang 31 dari sebelumnya 332 unit.
"Harapannya, dengan anggaran yang ada, seluruh alat tersebut bisa diserahkan kepada unit-unit damkar di Kota Banjarmasin," kata dia.
Terkait peruntukan dana Banpres Karhutka secara lengkap, Ichrom mengatakan masih dalam tahap penyusunan kebutuhan oleh empat satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta BPBD Banjarmasin.
Ia menegaskan, Banpres tidak hanya dapat digunakan untuk penanganan karhutla saat ini, tetapi juga untuk mendukung penanganan dampak dan kesiapsiagaan menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.
Salah satunya melalui pengadaan sarana yang bisa digunakan kembali ketika dibutuhkan.
"Pak Wali Kota menginginkan anggaran ini betul-betul bisa dirasakan masyarakat dan relawan damkar di Kota Banjarmasin, selain untuk pembelian sarana dan prasarana," ucapnya. (wartabanjar.com)