Namun, tingkat ancaman ini belum cukup kuat bagi MotoGP untuk membatalkan balapan tanpa menimbulkan biaya finansial, karena perjalanan ke wilayah tersebut belum dilarang oleh negara mana pun.

Sekarang, tampaknya otoritas kejuaraan memberikan tekanan maksimal pada kelompok pembalap yang sebagian besar bersatu, untuk memastikan mereka berada di Qatar untuk balapan tersebut.

Publikasi tersebut juga mengklaim bahwa para pembalap dapat dilarang mengikuti Grand Prix Portugal dan Valencia jika mereka gagal hadir di Qatar.

Menanggapi hal ini, pembalap Jack Miller mengaku heran dengan keputusan MotoGP untuk tetap menggelar MotoGP Qatar sejauh ini.

"Saya tidak ingin pergi. Semuanya pun begitu. Ada 19 dari kami yang tidak ingin pergi ke sana. Saya tidak berpikir bahwa kami harus balapan dengan kondisi seperti itu. Kami membuat opini yang jelas soal ini. Kami akan melihat bagaimana keputusannya nanti," ucap Jack Miller usai balapan di Sepang, dikutip dari Motorsport.

Sedang jawara MotoGP Malaysia, Marc Marquez menyatakan dia punya rencana datang sangat telat ke MotoGP Qatar 2026, seiring situasi panas yang tengah melanda wilayah Timur Tengah.

"Saya akan kembali ke Spanyol dan saya akan tiba di akhir waktu yang masih sangat mungkin, Kamis malam," ucap Marc Marquez pada TNT Sports, dikutip dari Crash.

Keputusan Marc Marquez ini jelas di luar kebiasaan. Biasanya para pembalap akan mengikuti rangkaian acara sebelum balapan dan memulai konferensi pers pada Kamis siang.

Sedang Pedro Acosta menyatakan punya cara tersendiri menyikapi ketidakpastian soal digelarnya MotoGP Qatar 2026. 

Ia memilih akan terbang ke Bali, Indonesia, setelah melakoni balapan di Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, Malaysia.

Sebelumnya, Tim Yamaha Motor Racing dengan tegas menyatakan mundur dari ajang MotoGP Qatar 2026, tak peduli dengan konsekuensi yang menanti.

MotoGP Sports Entertainment Group (MSEG) atau Dorna Sports pun langsung mengancam akan menjatuhkan sanksi berat bagi pabrikan, tim, atau pembalap yang dengan sengaja mundur dari MotoGP Qatar 2026, tanpa menjelaskan apa hukumannya. (Wartabanjar.com)