Dan Ketika Kementerian sudah terbentuk, mereka menjadi tenaga ahli Menteri.

Setelah pengunduran diri Barbarossa dan Gibran diterima, posisi tenaga ahli yang sebelumnya mereka tempati akan diisi oleh orang lain.

Dahnil memastikan keputusan tersebut sejalan dengan komitmen Kemenhaj untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Sebelumnya Gus Irfan juga telah memberikan klarifikasi terkait polemik pengangkatan kedua anaknya itu.

Ia mengatakan anak-anaknya dan sejumlah santri membantu proses pembentukan lembaga Badan Penyelenggara Haji secara cuma-cuma selama tiga hingga empat bulan.

Seiring berkembangnya kelembagaan menjadi kementerian, beberapa di antaranya yang dinilai berintegritas dan memiliki kompetensi pun diangkat menjadi tenaga ahli.

Meski begitu, menyikapi respons publik yang berkembang pesat dalam beberapa hari terakhir, kedua anak Menteri memilih melepaskan jabatan tersebut.

Posisi tenaga ahli yang kosong nantinya akan diisi personel baru sesuai dengan kebijakan dan arahan Menteri Haji dan Umrah. (Wartabanjar.com)