WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA – Tidak hanya Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, hujan juga mengguyur Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah pada Senin (26/10/2026) hingga Selasa (27/10/2026).

Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun berkurang.

Udara terasa lebih segar, meski bau asap masih tersisa.

Hujan deras sebenarnya turun sejak Minggu (25/10/2026) hingga Senin dini hari. 

Baca juga: Akhirnya, Banjarmasin Dapat Banpres Karhutla Rp 20 Miliar, Rifqinizamy Minta Rakyat Awasi

Baca juga: Hujan Mulai Turun, Masih Ada 3.392 Hektare Lahan Terbakar di Kalsel, Kalteng dan Kalbar

Guyuran air kembali membasahi ibu kota Kalimantan Tengah pada Selasa dini hari.

Rumput dan pepohonan yang sebelumnya layu serta berwarna kecokelatan mulai terlihat hijau.

Sejumlah warga tampak tak lagi mengenakan masker.

Walau demikian, dampak karhutla belum sepenuhnya hilang.

Kepulan asap tipis masih terlihat keluar dari sejumlah lahan yang sebelumnya terbakar.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, Selasa pagi.
 
Meski tidak mengguyur seluruh wilayah secara merata, hujan tetap membawa harapan bagi warga. 

Terlebih, kondisi cuaca kering sebelumnya menjadi salah satu tantangan dalam upaya penanganan karhutla di daerah tersebut.

Berdasarkan data radar cuaca BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau terjadi di Kecamatan Cempaga, Parenggean, Mentawa Baru Ketapang, Pulau Hanaut, Seranau, Cempaga Hulu, dan Tualan Hulu.

Sebaran hujan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah wilayah Kotim mulai mendapatkan guyuran air di tengah kondisi cuaca yang sebelumnya cenderung kering.        

Namun, masyarakat tidak bisa menganggap hujan yang turun pagi itu sebagai tanda bahwa potensi karhutla telah sepenuhnya berakhir. 

Intensitas dan sebaran hujan masih menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan, terutama di wilayah yang mengalami kebakaran. (Wartabanjar.com)