​"Apa kendalanya dan kekurangan apa, sehingga ketika terjadi kekurangan suplai air bersihnya, kami tinggal telepon, juga berkomunikasi di WA grup itu, contoh aja: 'Bagaimana PLTU penyediaan air bersih? Mohon untuk disiapkan. Bagaimana PT Arutmin? Bagaimana CPK dan lain sebagainya?" kata Paimun.

​Dengan adanya saluran komunikasi langsung tersebut, setiap kendala teknis penanganan bencana dan pemenuhan air bersih di lapangan, dapat teratasi dalam waktu singkat.

​"Sehingga cepat penanganannya tanpa melibatkan secara teknisnya di kabupaten maupun di provinsi, bisa untuk memadamkan secara teknisnya," pungkas Paimun.

​Selain suplai darurat, pembuatan sumur bor yang dikerjakan oleh tenaga ahli kompeten pilihan pihak perusahaan, menjadi tumpuan utama masyarakat dalam menjaga ketersediaan mata air desa.

​"Alhamdulillah, untuk di wilayah Kecamatan Jorong, berkat koordinasi dengan pimpinan nomor satu, nomor dua, Pak Sekda, instansi teknis, dan kita kolaborasi di kecamatan, alhamdulillah bisa disampaikan dengan baik, berkat ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan," pungkas Paimun menutupi keterangannya. (Wartabanjar.com)