Warga Desa Batalang Jorong Tanah Laut Menanti Realisasi Komitmen Bantuan Air Bersih dari Perusahaan
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Warga Desa Batalang di Kecamatan Jorong masih menanti kepastian realisasi komitmen bantuan air bersih, dari sejumlah perusahaan swasta dan pengusaha lokal, saat wilayah mereka masih dibayangi dampak kekeringan kemarau panjang.
Meskipun skema tanggap darurat dan alokasi Corporate Social Responsibility (CSR) terus didorong oleh Forkopimcam Jorong, kebutuhan air bersih untuk konsumsi harian masyarakat di titik-titik kritis Desa Batalang belum sepenuhnya terpenuhi secara berkelanjutan.
Bantuan yang masuk sejauh ini baru menyentuh sebagian wilayah dan sifatnya masih terbatas.
Camat Jorong, Paimun, menyampaikan bahwa penanganan krisis air bersih di kawasan terdampak kekeringan diarahkan melalui dua jalur utama, guna meringankan beban masyarakat.
"Ada dua skema yang dijalankan, bantuan jangka pendek berupa pengiriman armada truk tangki air langsung ke titik kritis, serta bantuan jangka panjang berupa pembuatan infrastruktur sumur bor," kata Paimun saat ditemui pada Selasa (13/10/2026).
Di lapangan, PT GMK sempat menerjunkan armada mobil tangki untuk membagikan air bersih langsung ke wadah penampungan rumah tangga warga Desa Batalang.
Baca Juga: Kabut Asap HST Kembali Pekat, BPBD Soroti Kemungkinan Asap Kiriman
Baca Juga: Cegah Banjir di HST, Pemkab Rencanakan Tambah 2 Ekskavator Amfibi di 2027
Sementara itu, PT Citra Putra Kebun Asri (CPKA) merealisasikan pembangunan sarana fisik, berupa satu unit sumur bor baru di kawasan RT 3 Desa Batalang, guna menjaga ketersediaan pasokan air warga.
Namun, keterbatasan armada dan belum meratanya bantuan membuat pihak pemerintah desa, terus mendorong janji entitas usaha lain agar segera merealisasikan bantuan fisik di lapangan.
Sekretaris Desa Batalang, Hendra, menyebutkan bahwa bantuan pengiriman tangki air yang ada saat ini sifatnya belum rutin harian, sementara janji dari beberapa entitas usaha lain hingga kini belum terealisasi.
"Beberapa perusahaan lain sudah menyatakan kesanggupan dan bilang 'iya', seperti PT SSA dan pihak pengusaha lokal, tapi sampai saat ini belum terealisasi di lapangan," tutur Hendra.