WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, berencana menambah dua unit Ekskavator amfibi pada 2027, untuk memperkuat normalisasi sungai dan mengurangi risiko banjir.

Rencana ini menyusul penanganan Sungai Barabai, yang masih berlangsung dengan target normalisasi sepanjang 16 kilometer, mulai dari Desa Aluan hingga Desa Jaranih.

Bupati HST Samsul Rizal, mengatakan penambahan alat berat diperlukan agar penanganan sumbatan dan pendangkalan sungai, bisa dilakukan lebih optimal. 

Selain Sungai Barabai, perhatian juga diarahkan ke Sungai Batang Alai serta kawasan Haruyan dan Pantai Hambawang.

Saat ini, dua Ekskavator amfibi telah dikerahkan untuk mengerjakan normalisasi Sungai Barabai, masing-masing di bagian hulu dan hilir. 

Namun, hasil peninjauan bupati ke lokasi ditemukan kendala teknis pada peralatan yang digunakan.

“Ada kuku bucket Ekskavator amfibi yang belum terpasang dan ada juga yang patah,” ujar Samsul Rizal, usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD HST, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Polres HST Juara Minisoccer Tiga Polres, Kalahkan HSS dan HSU

Baca Juga: Bupati HST Tegaskan Pajak UMKM Tak Dibebani, Pengembang Perumahan Ikut Diawasi

Ia pun meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HST segera menyediakan komponen yang dibutuhkan, agar pekerjaan tidak terus terkendala.

Menurutnya, perbaikan alat menjadi penting karena normalisasi sungai harus terus berjalan untuk memperlancar aliran air, terutama di titik-titik yang mengalami pendangkalan maupun penumpukan material.

Pemkab HST mengerjakan normalisasi secara bersamaan di bagian hulu dan hilir. Langkah ini dilakukan agar aliran air tidak terhambat, ketika bergerak menuju bagian bawah sungai.

“Kalau bagian bawah tidak kita bersihkan, air dari atas akan turun ke bawah dan bisa terhambat. Karena itu, dua-duanya kita kerjakan, baik di bagian bawah maupun di bagian atas,” jelasnya.

Penanganan di bagian hulu difokuskan pada Sungai Barabai, sedangkan pekerjaan di bagian hilir diarahkan, untuk mendukung kelancaran aliran menuju jalur Sungai Negara melalui Sungai Batang Alai.