Penjualan Pedagang Lapangan Dwi Warna Barabai Merosot
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kabut asap yang kembali menyelimuti Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pedagang minuman di kawasan Lapangan Dwi Warna Barabai mengaku mengalami penurunan pembeli.
Bahkan sebagian pedagang memilih tidak berjualan ketika kondisi asap terlalu pekat.
Baca juga: Giliran UMB Handil Bakti Batola Dikepung Karhutla, Asap Tebal Selimuti Kampus
Baca juga: Daerah Tetangga Dapat Banpres Karhutla Rp100 Miliar, Kota Banjarmasin Nihil
Rosita, pedagang minuman, mengatakan kondisi tersebut sangat terasa dalam beberapa hari terakhir.
“Kalau kabutnya tebal, terkadang kami memilih libur berjualan. Kalau tetap buka pun, pembelinya sedikit. Sejak kabut kemarin, untuk menjual 10 cangkir saja susah,” ungkap Rosita saat ditemui wartabanjar.com di Lapangan Dwi Warna Barabai, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, akhir pekan yang biasanya menjadi waktu paling ramai bagi pedagang juga sepi.
Masyarakat cenderung mengurangi aktivitas di luar rumah, termasuk berolahraga atau membawa anak-anak bermain.
“Biasanya malam Minggu dan hari Minggu itu yang kami harapkan karena pengunjung ramai. Kemarin saat CFD, kabutnya sampai membuat suasana terlihat kekuningan, jadi orang tidak banyak datang. Malamnya juga masih tebal, sehingga orang mungkin memilih di rumah daripada membawa anak-anak bermain,” tuturnya.
Rosita berharap pemerintah dapat mengatasi kondisi tersebut sehingga para pedagang kembali mendapatkan pembeli.
Kondisi serupa dirasakan Annisa, pedagang minuman lainnya.
Ia mengatakan kabut asap yang datang dan pergi selama beberapa hari terakhir membuat masyarakat enggan keluar rumah, sehingga penjualan menurun drastis.
“Biasanya kalau hari Minggu ramai, dari pagi sampai malam kami bisa menghabiskan empat sampai lima bantal es batu. Sekarang, satu bantal saja bahkan tidak habis. Penurunannya sangat terasa, apalagi minggu ini,” ujar Annisa.
Bagi pedagang yang mengandalkan penjualan harian, keramaian pengunjung sangat berpengaruh terhadap pemasukan.