Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Rizal melihat kabut asap kembali muncul pada Selasa malam, dan membuat warna langit tampak kekuningan pada hari berikutnya.

Ia mengaku kembali membatasi aktivitas olahraga di luar ruangan karena kondisi udara yang berubah.

Rizal juga mempertanyakan asal asap yang kembali menyelimuti Barabai, mengingat informasi yang didengarnya menyebutkan kebakaran di wilayah HST tidak terlalu besar.

Sementara itu, Yasir, warga Kecamatan Labuan Amas Selatan, mengatakan kabut asap masih terlihat di perjalanan menuju wilayahnya pada Rabu. Ia menilai kondisi udara kembali memburuk dibandingkan sehari sebelumnya.

“Sekarang asapnya kembali terlihat di jalan. Kemarin kondisi udara sudah lebih bersih, tetapi hari ini kabut asap muncul lagi. Mudah-mudahan tidak semakin tebal,” katanya.

Kembalinya kabut asap setelah udara sempat membaik membuat kondisi lingkungan di HST perlu terus dipantau. 

Dugaan asap kiriman dari luar daerah masih menjadi salah satu kemungkinan, sementara perkembangan titik panas, penanganan karhutla, arah angin, dan kualitas udara perlu diperhatikan untuk mengetahui situasi sebenarnya.

Masyarakat juga diimbau menyesuaikan aktivitas luar ruangan, dengan kondisi udara dan menggunakan masker jika diperlukan. (wartabanjar.com)