WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Di tengah kemarau, air masih dibutuhkan untuk membasahi sawah yang kekeringan, hingga membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi tersebut membuat rencana pengeringan saluran primer dan sekunder Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan, pada September-Oktober 2026 dibatalkan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) BWS Kalimantan III, Hamidan, mengatakan sejumlah lahan pertanian masih membutuhkan pengairan untuk memulihkan sawah yang kekeringan.

“Kondisi alam kita saat ini El Nino, kekeringan. Untuk pembasahan sawah-sawah yang kekeringan harus dibasahi, lalu pas musim kering ini ada yang mau musim tanam I. Jadi perlu pembasahan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Hamidan menyebut, pengeringan saluran tidak tepat dilakukan ketika air masih dibutuhkan, untuk berbagai keperluan tersebut.

“Air dari saluran irigasi masih kita perlukan untuk membasahi sejumlah titik karhuta yang terjadi, baik untuk memenuhi kebutuhan pertanian dan air baku masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Air Waduk Riam Kanan Terus Turun, Operasional PLTA Dihemat

Baca Juga: TMA Waduk Riam Kanan Banjar Capai Titik Terendah Sepanjang 2026, Pengelola Jaga Pasokan Air

Di saat kebutuhan air masih tinggi, pasokan menuju jaringan irigasi justru mengalami penurunan. 

Hamidan mengatakan debit air yang mengalir dari Waduk Riam Kanan mulai berkurang sejak Agustus 2026 lalu.

“Dampaknya sejak Agustus sudah mulai berturun-turun airnya, makanya waktu itu sempat ada ikan mati di Karang Intan,” jelasnya.

Selain berkurangnya pasokan dari waduk, Hamidan menyoroti pengambilan air oleh pengusaha kolam ikan di bantaran saluran irigasi. 

“Untuk saat ini aktivitas itu sangat berpengaruh terhadap debit air di irigasi,” bebernya.

Dengan pasokan yang berkurang, distribusi air perlu disesuaikan dengan kebutuhan lahan. Hamidan mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan penyuluh pertanian di lapangan, untuk menerapkan pengaturan melalui saluran tersier. 

“Bagi sawah yang sudah panen dan tidak perlu air lagi, saluran tersiernya kami tutup, jadi saluran tersiernya dibagikan untuk yang mau tanam saja,” ucapnya.