Kabut Asap Kembali Kepung Jalan Trikora Banjarbaru, Warga: Mata Perih, Tiap Pagi Harus Melawan Asap
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kabut asap kembali menyelimuti kawasan Jalan Trikora, Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (15/09/2026) pagi.
Pantauan sekitar pukul 07.00 Wita, kabut asap tampak menggantung di sepanjang kawasan Jalan Trikora. Kondisi tersebut membuat suasana pagi terlihat berkabut dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan yang melintas.
Bagi pengendara sepeda motor, paparan asap juga mulai terasa. Mata perih dan jarak pandang yang terganggu, menjadi keluhan saat harus melintasi kawasan tersebut.
Salah seorang pengguna jalan, Rudiansyah, mengatakan kabut asap kembali terasa cukup pekat pagi ini.
“Asap ini kembali muncul hari ini. Memang terasa pekat dan membuat mata perih bagi pengguna kendaraan bermotor,” ujar Rudiansyah.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup memprihatinkan karena kabut asap masih muncul, meski berbagai upaya penanganan karhutla telah dilakukan pemerintah dan tim gabungan.
Rudiansyah mempertanyakan, apakah langkah penanganan yang dilakukan saat ini sudah menjadi solusi paling efektif, agar kabut asap segera berakhir.
“Apakah pemerintah belum menemukan solusi yang tepat, agar kabut asap ini cepat berlalu? Walaupun saya lihat banyak sudah tindakan, pemerintah turun tangan melakukan penanganan kabut asap ini, tapi nyatanya sampai sekarang belum berakhir dan belum pulih,” katanya.
Baca Juga: Kronologi Laka Maut Kilometer 24 Banjarbaru, Korban Sebelumnya Senggol Mobil Mogok
Baca Juga: Penjaga Embung Temukan Mayat Pria Mengapung di Banjarbaru
Sebagai buruh pabrik, Rudiansyah mengaku tidak memiliki pilihan selain tetap berangkat bekerja setiap pagi, meski harus berhadapan dengan asap.
Ia berharap upaya penanganan karhutla dapat semakin efektif, sehingga masyarakat tidak terus-menerus terpapar asap, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Saya harus melawan kabut setiap pagi, demi mencari nafkah untuk keluarga karena saya buruh pabrik,” tuturnya.
Ia pun berharap pemerintah segera menemukan langkah yang lebih efektif, untuk mengendalikan sumber karhutla dan mempercepat pemulihan kualitas udara di Banjarbaru.
“Semoga pemerintah menemukan cara yang efektif meredakan kabut asap akibat karhutla ini,” harapnya.