Penjaga Embung Temukan Mayat Pria Mengapung di Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Penjaga Embung Kampung Banjar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di pinggir embung.
Mayat tersebut ditemukan saat penjaga melakukan pengecekan pada Senin (14/9/2026) pagi.
Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 Wita di Embung Kampung Banjar, Jalan Mitra Praja RT 046/RW 001, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru.
“Penemuan bermula ketika saksi yang berprofesi sebagai penjaga embung melaksanakan pengecekan di sekitar embung,” ujar Kardi.
Saat melakukan pengecekan, saksi melihat sesuatu mengambang di bagian pinggir embung. Saksi kemudian mendekati benda tersebut untuk memastikan apa yang dilihatnya.
“Setelah saksi mendekat, saksi melihat korban mengambang dengan posisi menghadap ke bawah,” jelasnya.
Terkejut dengan temuan tersebut, saksi kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Baca juga: Fauji Sudah Dua Hari Mencari Kabar Tujuh Anggota Keluarganya
Baca juga: Update Daftar Nama Korban Selamat Termasuk Kapten Kapal Virgo
Petugas gabungan Polres Banjarbaru dan Polsek Cempaka langsung mendatangi lokasi.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk mendokumentasikan kondisi lokasi dan mengevakuasi tubuh korban dari embung ke daratan.
Jasad korban selanjutnya dibawa ke RS Idaman Banjarbaru untuk dilakukan pemeriksaan visum.
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban merupakan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaus berwarna cokelat dan celana jeans biru serta ikat pinggang berwarna hitam.
Pada pergelangan tangan kanan korban ditemukan tiga gelang karet berwarna hitam. Sementara pada jari manis tangan kiri terdapat sebuah cincin berwarna silver.
Kondisi tubuh korban telah mengalami pembusukan dan pembengkakan. Bagian wajah juga mengalami pembusukan tingkat lanjut sehingga tidak dapat dikenali.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan,” kata Kardi.
Polisi kemudian melakukan upaya identifikasi menggunakan metode identifikasi dan alat IPS Inafis.
Namun, hasil pemeriksaan belum menemukan kandidat yang sesuai dengan ciri-ciri korban.