WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Akhirnya polisi menangkap seseorang yang diduga mencekoki atau memaksa seorang mahasiswi mengonsumsi narkoba hingga tewas.

Berdasarkan hasil visum luar dan dalam atau autopsi terhadap jenazah mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta Jakarta itu, diduga ia meninggal karena intoksikasi zat amphetamine dan methamphetamine yang dikandung esktasi yang dikonsumsinya.

Mahasiswi berinisial S itu meninggal di dalam kamar salah satu hotel di Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Setelah sempat menjadi misteri, sosok orang yang diduga memaksa S mengonsumsi narkoba adalah pria berinisial ID.

"ID telah ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga memberikan narkotika jenis ekstasi dan obat jenis Riklona kepada korban," kata Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat AKP Rahis Fathlillah, Jumat (11/9/2026).

Saat ditangkap, ID juga diduga dalam pengaruh narkoba. "Dari hasil pemeriksaan, tersangka ID diketahui positif mengandung methamphetamine, amphetamine, dan benzodiazepine berdasarkan pemeriksaan urine," ujarnya.

Baca Juga: Digeruduk Warga karena Diduga Asusila ke Santri, Kiai Selamatkan Diri ke Kantor Polisi

Baca Juga: Guru-guru Iuran Pasang CCTV, Rekam Kepala Sekolah dan Teman Kerja Lagi "Asyik-asyik"

Adapun kronologi kejadianya berawal saat ID mengajak korban dan beberapa temannya untuk karaoke di Kawasan PIK (Pantai Indah Kapuk), Jakarta Utara, Rabu (2/9/2026) malam. 

Di tempat karaoke itu, ID menyuruk korban dan rekannya mengonsumsi ekstasi yang dibawanya.

Korban menolak, namun ID memaksa lalu mencekoki korban dengan setengah butir ekstasi. 

Selang beberapa aksi pemaksaan itu kembali terjadi.

Setelah karaoke selesai, ID meminta S dan teman-temannya untuk menelan pil riklona yang secara medis adalah obat keras untuk meredakan rasa panik atau cemas berlebihan.

Kemudian, ID mengajak mereka menginap di salah satu hotel di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

"Menurut pihak hotel, korban terlihaqt lemas hingga harus dipapah untuk masuk ke hotel. Bahkan, saat berada di depan lift, korban sempat terjatuh lalu pihak hotek memberikan kursi roda untuk membawa korban ke kamar," kata AKP Rahis.