WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Pola pengamanan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan ring 1 Bandara Syamsudin Noor diterapkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan. 

Penyesuaian dilakukan seiring perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan penguatan pengawasan pada sejumlah titik rawan.

Hal ini diungkapkan Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Dany Matera Saputra, melalui Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian, Wahyu Setyo Utomo. 

Menurut Wahyu, sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain jalur akses Bandara yang terdapat kawasan Masjid Kapal, kawasan Pengayuan, hingga Guntung Damar. 

Selain penanganan karhutla, personel juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan suplai air di wilayah yang terdampak.

“Untuk wilayah jalur akses Bandara Lama, termasuk yang ada Masjid Kapal, kemudian backup Pengayuan untuk water suplai. Kita menyesuaikan kekuatan personel dan unit yang ada di lapangan,” ujar Wahyu, Banjarbaru, Jumat (2/10/2026).

Dari sisi peralatan, saat ini terdapat 73 unit dompeng dan alkon yang menjadi bagian dari dukungan penanganan karhutla. 

Baca Juga Benih Padi Siam Madu Murakata Akan Dikembangkan di Papua untuk Warga Kalsel

Baca Juga Harga Tiket dan Jadwal Kapal Surabaya-Banjarmasin 5 Oktober dan Banjarmasin-Surabaya 6 Oktober

Sebanyak 60 unit masih dioperasikan untuk mendukung kegiatan di lapangan, sementara unit lainnya ditarik untuk memenuhi kebutuhan penanganan di lokasi lain.

“Untuk unit dompeng alkon ada 73, yang saat ini 60 unit masih digunakan, sementara sisanya ditarik ke lokasi lain sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, setelah 9 September, pola penempatan personel juga mengalami penyesuaian. 

Personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan karhutla sekaligus memperkuat patroli pada malam hari.

“Pasukan standby setelah 9 September kita lakukan penyesuaian. Untuk pagi sekitar 50 orang, sedangkan malam kita melaksanakan patroli sekitar 20 sampai 25 orang,” katanya.

Patroli malam tersebut tidak hanya diarahkan untuk melakukan pemantauan titik api, tetapi juga memastikan kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi penanganan karhutla tetap dalam pengawasan.