WARTABANJAR.COM, PATI - Lagi, kasus dugaan tindak asusila seorang kiai pengasuh pondok pesantren (ponpes) terjadi.

Seorang kiai di Kabupaten Pati, Jateng, menyelamatkan diri ke kantor polisi.

Ia kabur dari pondok pesantren yang diasuhnya karena digeruduk warga.

Kiai berinisial KA (48) itu diduga melakukan aksi asusila terhadap santriwati yang mondok di salah satu ponpes di Kecamatan Kayen, Pati.

Warga yang mendengar aksi tidak terpuji itu berdatangan ke ponpes untuk meminta pertanggungjawaban.

Namun, sang kiai pada Selasa (8/9/2026) malam itu sudah kabur. Ia ternyata menuju Polresta Pati.

Geram tidak ketemu sosok kiai yang diduga cabul itu, massa kemudian melakukan aksi pencoretan dan menyegel ponpes.

Baca Juga: Kisah Perempuan Nekat Live Adegan Vulgar di Medsos Usai Cerai, Berdalih Hidupin Anak

Baca Juga: Diduga Libatkan Pejabat Polri, Kasus Penipuan Rekrutmen Bintara Ada yang Setor Rp1 Miliar

Saat dikonfirmasi wartawan, Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia pun mengungkapkan telah mengerahkan tim untuk mengungkap kasus tersebut.

"Saat ini terduga pelaku sudah mengamankan diri di Polresta dan kami lakukan pemeriksaan," tegas Kompol Dika, Kamis (10/9/2026).

Berdasar hasil penyelidikan sementara, ada satu santriwati yang mengaku pernah menjadi korban perundungan KA.

"Fakta yang ada baru satu orang. Namun tidak menutup kemungkinan nanti dari pengembangan atau pendalaman ada korban berikutnya. Tapi kami masih lakukan pemeriksaan awal," ucap Kompol Dika. 

Ia pun mengungkapkan, korban adalah santriwati dari luar Pati. 

Fakta lain diperoleh polisi dari aparatur desa setempat.

Ternyata KA juga tokoh masyarakat yang menduduki beberapa jabatan Lembaga kemasyarakatan desa seperti LPMD (Lembaga Perwakilan Masyarakat Desa), ketua koperasi dan ketua RT (rukun tetangga).

Bukan kali ini aksi asusila terjadi di lingkungan ponpes. 

Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi pernah menyatakan kasus-kasus kekerasan seksual di pesantren bukan fenomena baru.