Bhabinkamtibmas Polres Tabalong Dapati Petani Jagung Desa Muang Kesulitan Air
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Jaro, Polres Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel, melakukan pemantauan tanaman jagung pakan hibrida di Desa Muang, Kamis (10/9/2026) pagi.
Pemantauan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus memastikan perkembangan tanaman yang dibudidayakan masyarakat berjalan optimal.
Bhabinkamtibmas Desa Muang Aiptu Jamil Ripani melakukan pengecekan langsung atas arahan Kapolsek Jaro Iptu Agus Supriyanto.
Pengecekan dilakukan terhadap tanaman jagung milik Ahmad Ripani di lahan sekitar 1 hektare.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Tabalong, Balita 3 Tahun Meninggal Dunia
Baca juga: Tiket Laga Barito Putera vs Persipura Jayapura di Liga 2 Championship Sudah Bisa Dibeli
Jagung ditanam pada awal Juni 2026 dan diproyeksikan memasuki masa panen pada September 2026.
Budidaya jagung dilakukan dengan pola monokultur dengan sumber air berasal dari tadah hujan dan sumur.
Namun hingga saat ini perkiraan hasil panen belum dapat dipastikan karena masih menunggu perkembangan tanaman hingga memasuki masa panen.
Dalam pemantauan tersebut, polisi juga menemukan sejumlah kendala yang berpotensi memengaruhi hasil produksi.
Salah satunya adalah ketergantungan lahan terhadap air hujan sehingga membuat pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi perubahan cuaca.
Selain persoalan air, tanaman jagung juga perlu mendapat pengawasan secara berkala untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit.
Beberapa organisme pengganggu tanaman yang perlu diwaspadai antara lain ulat grayak (Spodoptera frugiperda), penyakit bulai, hawar daun, busuk batang, dan busuk tongkol.
Mewakili Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo mengatakan, pemantauan tanaman pertanian tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
"Polri melalui jajaran Bhabinkamtibmas terus berupaya hadir di tengah masyarakat, salah satunya dengan melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kegiatan pertanian yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan," ujar Heri.
Menurutnya, pemantauan secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui kendala yang muncul sejak awal.