WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Ada pemandangan tak biasa pada aksi yang dilakukan Mahasisa BEM se-Kalsel di depan Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Rabu (30/9/2026) sore.

Kreator konten sekaligus aktivis muda, Virdian Aurellio Hartono, menyempatkan diri melihat aksi tersebut. 

Selain membawa bantuan untuk warga dan relawan terdampak karhutla, kedatangannya ke Kalsel dilakukan di tengah kondisi karhutla dan persoalan lingkungan yang masih menjadi perhatian.

Virdian mengatakan, kondisi yang ditemuinya di Kalsel menunjukkan sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat dan relawan di lapangan.

“Airnya asin, udara buruk, kemudian kebakaran juga masih terjadi. Kemarin kami bersama teman-teman relawan di lapangan masih berhadapan dengan api, kurang BBM, kurang air,” ujarnya saat diwawancarai. 

Selain membantu di Kalsel, Virdian mengatakan pihaknya juga akan bergerak ke sejumlah wilayah lain, untuk menyalurkan bantuan.

“Besok juga kita ada rencana ke Kalimantan Tengah, Palangka Raya, terus bantuannya ke Kalimantan Barat. Kita jadi kurir dari warga Indonesia aja,” katanya.

Baca Juga: BEM Se-Kalsel Bawa 12 Tuntutan, Empat Disepakati dan Pemprov Jawab Soal Karhutla

Baca Juga: Mobil Terbalik di ZoSS SDN Komet 3 Banjarbaru, Dishub Ungkap Penyebab Kejadian

Menurut Virdian, menggalang bantuan dari masyarakat bukan menjadi persoalan, karena empati masyarakat Indonesia terhadap kondisi yang terjadi cukup besar. 

“Karena kita semua cinta Indonesia, jadi nggak sulit untuk meminta bantuan. Yang sulit itu sebenarnya cuaca yang buruk membuat barang kami di kapal agak tertunda,” jelasnya.

Namun, bantuan tersebut kini telah tiba di Kalimantan, dan selanjutnya akan didistribusikan. 

Virdian menambahkan, pihaknya tidak ingin bantuan diberikan secara sembarangan, terutama masker yang akan disalurkan kepada relawan yang membutuhkan.

“Kita nggak mau ngasih masker itu asal ke orang, kita ingin ngasih ke tepat sasaran relawan. Makanya kita sudah kontak-kontakan sama beberapa relawan,” paparnya.

Melihat kondisi Kalsel secara langsung, Virdian juga mengkritik pandangan yang menyebut situasi di wilayah tersebut masih normal.