Belasan Orang Diperiksa, Polisi Telisik Kematian Siswa MTs Al Furgan Banjarmasin di Kemah Akbar
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Meninggalnya dua siswa MTs Al Furqan Banjarmasin saat mengikuti kemah akbar di area kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) bergulir ke proses hukum.
Polres Batola melalui Polsek Alalak menelisik meninggalnya Rizqi Adly Fakhrian (13) dan M Farhan Alkatiri (13) yang diduga tenggelam di kolam area belakang kampus di Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Batola tersebut.
Penyelidikan ini dilakukan setelah adanya laporan orangtua siswa yang menilai ada unsur kelalaian sehingga anak mereka meninggal dalam kegiatan yang dilakukan sekolah.
Hingga Selasa (8/9/2026), sudah belasan orang baik orangtua, panitia, siswa maupun pihak sekolah yang diperiksa.
Mereka dimintai keterangan terkait peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu (6/9/2026) itu.
Menurut Kapolsek Alalak Ipda Bistok Berkat Andrew Panjaitan, kasus ini masih berproses karena semua keterangan akan diverifikasi terlebih dulu.
"Karena itu, kami belum bisa menarik kesimpulan. Semua keterangan yang ada harus kami verifikasi satu per satu, supaya informasi yang kami sampaikan kepada masyarakat tidak menjadi sesuatu yang tidak valid,” tegasnya.
Baca Juga: Dua Siswa MTs Al Furqan Banjarmasin Tewas Diduga Akibat Kelalaian, Keluarga Rencana Lapor ke Polisi
Baca Juga: Dua Siswa MTs Al Furqan Banjarmasin Tewas Saat Kemah Akbar, ini Pernyataan Pihak Sekolah
Baca Juga: Dua Siswa MTs Al Furgan Meninggal saat Kemah Akbar, Terungkap Saat Didata Jelang Pulang
Berdasar keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian nahas tersebut, peserta Kemah Akbar mengikuti wide game atau permainan area tanah berlumpur.
Setelah games berakhir, para siswa pun membersihkan tubuhnya di kolam.
Situasi berubah menjadi kepanikan saat presensi jelang pulang dilakukan.
Rizqi Adly Fakhrian dan M Farhan Alkatiri tidak ada saat dipanggil.
Pencarian pun dilakukan di seluruh area perkemahan hingga kolam.
Di sinilah akhirnya ditemukan kedua siswa itu berada dalam kondisi tenggelam.
"Pertama ditemukan RAF (Rizqi) kemudian MFA (Farhan),” kata Bistok.