Belasan Orang Diperiksa, Polisi Telisik Kematian Siswa MTs Al Furgan Banjarmasin di Kemah Akbar
Setelah dievakuasi, kedua siswa itu diberi pertolongan awal berupa resusitasi jantung paru (RJP) sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
Farhan dibawa ke Klinik Setara di Handil Bakti, sementara Rizgi ke RSUD Ansari Saleh Banjarmasin.
Namun, takdir berkata lain. Kedua siswa itu meninggal dunia.
Bistok mengatakan pihaknya dan Satreskrim Polres Barito telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah barang bukti pun diamankan polisi.
Pihak sekolah melalui Wakil Direktur KesantrianRoy Akhriannoor mengatakan, panitia telah berupaya menjalankan seluruh rangkaian kegiatan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami dari panitia ini berusaha sebaik mungkin di kegiatan itu sesuai dengan SOP,” ujarnya di sekolah, Senin (7/9/2026).
Roy juga mengatakan peristiwa tersebut telah ditangani pihak berwajib.
Sekolah juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bahan perbaikan ke depan.
Sementara Atikah, Ibunda Farhan Alkatiri mengaku kecewa terhadap pihak sekolah.
Ia mengaku kali pertama mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya bukan dari pihak sekolah tetapi dari pihak lain.
"Tidak ada sama sekali dari sekolah yang memberitahu. Itu yang ulun sesali, kenapa anak ulun yang tenggelam tidak bisa diselamatkan," kata Atikah.
Ia menilai meninggalnya Farhan tidak terlepas dari kelalaian pihak sekolah dan panitia kegiatan.
Mereka tidak bisa menjamin keamanan peserta kegiatan.
"Ini kelalaian. Anak ulun tenggelam, kenapa tidak bisa diselamatkan, kenapa suruh cuci kaki di danau yang becek licin, padahal ulun sudah cek kedalamannya 10 meter," ungkap Atikah. (wartabanjar.com)