Kena Reschedule Berkali-kali, Penumpang di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Akhirnya Bisa Terbang ke Jakarta
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin memastikan kesiapan melayani kembali penerbangan menuju Jakarta, setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi pascapenutupan, akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan pihaknya telah bersiaga sejak awal terjadinya gangguan penerbangan.
Bandara Soekarno-Hatta diketahui kembali menyatakan dapat beroperasi sekitar pukul 00.30 WIB. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap rotasi pesawat sejumlah maskapai, yang melayani penerbangan dari dan menuju Bandara Syamsudin Noor.
“Untuk Bandara Syamsudin Noor, sebetulnya dari awal kejadian adanya erupsi Gunung Anak Krakatau, kami sudah standby dan sudah siap,” ujar Stephanus, Selasa (08/09/2026).
Ia menyebut, penerbangan menuju Jakarta kembali berjalan pada Selasa pagi. Sejumlah penerbangan, termasuk Garuda Indonesia, telah kembali melayani penumpang.
“Kita sudah ada penerbangan pertama ke Jakarta, Garuda GA 533 dan GA 77 tadi sudah tepat,” katanya.
Kembali beroperasionalnya Bandara Soekarno-Hatta, diharapkan membantu mengurai penumpukan penerbangan dan penumpang, yang terjadi selama dua hari gangguan.
Baca Juga: Padi Menguning Lebih Awal, Petani Banjarbaru Harap Pemerintah Bantu Pompa Air
Baca Juga: Mahasiswa ULM Ikut Padamkan Karhutla di Banjarbaru dan Rasakan Sulitnya Pegang Selang
Dampak gangguan penerbangan tersebut, turut dirasakan di Bandara Syamsudin Noor. Jumlah penumpang selama dua hari tercatat mengalami penurunan sekitar 30 hingga 45 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Penurunan jumlah penumpang itu kurang lebih antara 30 sampai 45 persen dibanding dengan tahun lalu,” ungkap Stephanus.
Untuk pembatalan penerbangan, Stephanus mengatakan, data keseluruhan masih dalam pengecekan.
Namun, dalam satu hari rata-rata terdapat sekitar 10 penerbangan keberangkatan, dan delapan penerbangan kedatangan yang terdampak.
Dampak gangguan penerbangan juga dirasakan langsung oleh penumpang. Salah satunya Abdurrahim, yang hendak kembali ke Bandung untuk bekerja.
Ia mengaku, harus melakukan reschedule penerbangan beberapa kali, karena belum adanya kepastian penerbangan menuju Jakarta.