Usai Hantam Pakai Martil dan Bakar Jenazah Kekasih, Pekerja Bangunan Ini Sembunyi di Kos
WARTABANJAR.COM, SEMARANG - Aksi sadis seorang pekerja bangunan, BI (53) terhadap kekasihnya di Kabupaten Demak, Jateng, akhirnya terungkap.
BI diduga menghantam kekasihnya, Sri Lestari (42) menggunakan martil atau palu hingga meninggal.
Aksinya tidak berhenti di situ. Ia kemudian membakar jenazah Sri Lestari di pos ronda tepi Jalan Raya Semarang-Purwodadi, Desa Kebonagung, Demak.
Kini, BI mendekam di balik jeruji besi Polres Demak setelah ditangkap saat bersembunyi di rumah kosnya di Semarang, Jateng.
Kasus ini sempat menjadi misteri selama sehari usai warga Desa Kebonagung menemukan jasad perempuan yang terbakar, Selasa (1/9/2026) pagi.
Warga pun lantas melaporkan temuan yang menggegerkan tersebut ke polisi.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan informasi, tim polisi gabungan langsung memburu BI yang merupakan kekasih korban.
Baca Juga: Misteri Meninggalnya Winda Lorenza, Viral Video Keluarga: Pernah "Dijual" ke Pejabat Polri
Baca Juga: Kisah Sopir Pembuka Misteri Mayat Perempuan dalam Kardus, Sekilas Lihat Tangan Manusia
"Setelah identitas korban diketahui, penyidik kemudian melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi dan petunjuk yang diperoleh hingga mengarah kepada terduga pelaku,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, Kamis (3/9/2026).
Berdasar penelusuran polisi, terungkap bahwa BI berasal dari Kabupaten Jombang, Jatim.
Ia berada di Semarang untuk bekerja sebagai pekerja bangunan dan kos di kawasan Ngaliyan.
"Terduga pelaku ditangkap di kosnya, Rabu (2/9/2025) pagi," ucap Anwar Nasir.
Sementara, Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengungkapkan kasus pembunuhan ini berawal dari percekcokan keduanya.
Sri Lestari meminta diantar ke Solo untuk menemui mantan suami guna meminta uang berobat bagi anak.
BI saat itu enggan hingga Sri Lestari marah yang memicu percekcokan.
Kemarahan BI menjadi tidak terkontrol saat kekasihnya itu juga memaki-maki dirinya.
"Ia lantas mengambil palu di dalam jok motor kemudian dipukulkan secara keras beberapa kaki ke kepala korban," kata AKBP Arrizal.