Meski melihat sang kekasih sudah meninggal dengan kondisi luka parah di bagian kepala, BI tidak lantas reda emosinya.

Ia kemudian membawa jenazah Sri Lestari ke pos ronda lalu dibakar menggunakan bensin dari motornya.

Setelah itu, ia pergi ke Semarang dan bersembunyi di tempat kos.

Berbeda dengan pengakuan BI yang menyebut hanya memukul menggunakan martil, hasil otopsi menemukan adanya luka terkena senjata tajam di kepala bagian kiri korban.

"Ini yang masih kita dalami. Untuk saat ini pelaku hanya menyampaikan memukul menggunakan palu," ujar AKBP Arrizal. (wartabanjar.com/berbagai sumber)