WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sejak Jumat (04/09/2026) pagi beredar poster digital di beberapa grup Whatsapp, mengenai larangan menampung air hujan karena diduga terkontaminasi bahan/obat yang digunakan dalam proses pembenihan awan pada operasi modifikasi cuaca (OMC).

"Sehubungan dengan sedang berlangsungnya proses pembenihan awan (cloud seeding) selama beberapa minggu ke depan, guna membantu mengurangi kadar jerebu/asap akibat karhutla, disampaikan bahwa apabila hari tiba-tiba hujan, air hujan tersebut tidak disarankan untuk ditampung dan digunakan untuk keperluan memasak, minum, mandi, maupun kebutuhan sehari-hari lainnya," tulis narasi yang mengiringi poster tersebut.

Anggota grup Whatsapp kemudian dihimbau untuk bersabar dan bekerja sama, sebab upaya ini bertujuan baik untuk membantu menurunkan kadar asap, demi udara yang lebih bersih dan sehat untuk kita semua.

Kehadiran poster digital itu jelas memicu keresahan, apalagi tidak ada satupun tanda pihak atau instansi mana yang menyebarkan pengumuman itu.

Forecaster Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Shaaim, Jumat (04/06/2025) menegaskan poster tersebut merupakan informasi yang tidak benar.

“Info ini tidak benar alias hoaks ya, Bapak/Ibu. BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi atau infografis tersebut,” jelas Shaaim.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang mengatasnamakan BMKG, sebelum memastikan kebenarannya melalui kanal informasi resmi.

Baca Juga: 4 Bulan Buron, Tersangka Dugaan Penganiayaan Penyandang Disabilitas di Banjarmasin Disembunyikan Orangtua

Baca Juga: Pelaku Dugaan Penganiayaan Penyandang Disabilitas di Banjarmasin Terungkap, Terbaring Lemas di RSUD Ulin

Beredarnya poster tersebut menjadi perhatian lantaran menyangkut informasi cuaca dan keselamatan masyarakat. 

BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif menerima informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan. 

Informasi resmi terkait cuaca, kondisi atmosfer maupun kegiatan meteorologi dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi BMKG.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan hal serupa. Jika poster itu cenderung hoaks.

"Kami BPBD tak ada mengelurakan poster tersebut," kata Ronny.