4 Bulan Buron, Tersangka Dugaan Penganiayaan Penyandang Disabilitas di Banjarmasin Disembunyikan Orangtua
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang penyandang disabilitas di Banjarmasin, yang dilakukan oleh seorang pria berinisial MKA ternyata menyimpan fakta lain.
Selain nyaris hilang jejak selama kurang lebih empat bulan sejak ditetapkan polisi sebagai buronan pasca penganiayaan pada 8 Mei 2026 lalu, tersangka MKA ini ternyata sengaja disembunyikan oleh orangtua.
Fakta ini diketahui berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Chaidir saat dikonfirmasi terkait progres pencarian pelaku.
"Jadi dia si tersangka ini selama ini memang disembunyikan sama orangtuanya," kata Kompol Chaidir saat dihubungi Wartabanjar.com melalui telepon Wa, Jumat (4/9/2026).
Dibeberkan Kompol Chaidir, keberadaan pelaku dugaan penganiayaan terhadap seorang penyandang disabilitas itu baru terbongkar ketika orangtua pelaku sendiri terpaksa membuat laporan resmi ke pihak kepolisian Polsek Banjarmasin Barat.
"Jadi mungkin karena merasa anaknya dianiaya orang kan jadi buat laporanlah, dan ternyata laporan anaknya korban penganiayaan ini kan tersangka selama ini," ungkap Kompol Chaidir.
Baca Juga Gambut Jadi Medan Tempur, Satgas Darat Lanud Syamsudin Noor Pantang Pulang Sebelum Bara Terkendali
Saat ini keberadaan pelaku MKA yang diduga menganiaya seorang penyandang disabilitas di Banjarmasin itu sudah diketahui Polsek Banjarmasin Barat.
Pelaku, kabarnya, sedang dirawat intensif di RSUD Ulin Banjarmasin, karena ditusuk orang.
Untuk diketahui, kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang penyandang disabilitas di Banjarmasin telah menjadi perhatian serius keluarga korban.
Penyandang disabilitas diketahui bernama Iwan Rahmadi.
Iwan, kabarnya, dianiaya tersangka MKA di daerah Belitung Darat, Kecamatan Banjarmasin Barat pada Jumat 8 Mei 2026 lalu.
Akibat dugaan penganiayaan itu, penyandang disabilitas itu alami luka-luka di bagian hidung.
Dua hari setelah alami penganiayaan oleh MKA, korban Iwan Rahmadi bersama keluarga mengajukan laporan resmi ke Polsek Banjarmasin Barat.
Kini, usai pelaku ditemukan, polisi masih belum bisa memeriksa tersangka karena kondisi MKA yang sedang kritis pasca alami penganiayaan juga. (wartabanjar.com).