Sampah Jadi Sorotan di Pasar Agrobisnis Barabai HST, TNI Libatkan Lintas Instansi Bersihkan Kawasan
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Persoalan sampah masih menjadi tantangan di kawasan Pasar Agrobisnis Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Tingginya aktivitas perdagangan setiap hari, membuat volume sampah terus muncul dan perlu ditangani bersama.
Kondisi itu mendorong Kodim 1002/HST menggelar gerakan peduli sampah di kawasan pasar, Jumat (04/09/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, BPBD HST, Dinas Perdagangan HST dan unsur pemerintahan lainnya.
Petugas bersama-sama membersihkan sampah di lingkungan pasar. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi ajakan kepada pedagang dan masyarakat, agar turut menjaga kebersihan setelah kawasan pasar dibersihkan.
Pasiterdim 1002/HST Kapten Inf Subhan mewakili Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, mengatakan kebersihan pasar tidak bisa hanya mengandalkan petugas.
“Pasar ini setiap hari menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kalau kesadaran menjaga kebersihan tidak tumbuh bersama, sampah akan terus menjadi persoalan,” ujarnya.
Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Berbuah Penghargaan, HST Raih Terbaik III Tingkat Kabupaten
Baca Juga: Bukan Hanya di Kota, Akses Pendidikan HST Menjangkau Pelosok Raih Penghargaan Kemendagri
Menurut Subhan, banyaknya aktivitas jual beli membuat sampah menjadi persoalan yang terus berulang.
Karena itu, kebiasaan pedagang dan pengunjung dalam membuang sampah menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi pasar.
Ia berharap, gerakan tersebut tidak hanya menghasilkan kawasan yang bersih pada hari pelaksanaan, tetapi juga mendorong kebiasaan baru dalam menjaga lingkungan pasar.
“Yang paling penting bukan hanya membersihkan sampah hari ini, tetapi bagaimana setelah itu masyarakat ikut menjaga kebersihan,” katanya.
Kepala UPT Pengelolaan Pasar Keramat Kelas A, Tommy Hadiwibowo, mengakui persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan pasar.
Menurutnya, kepedulian pedagang sangat diperlukan karena kegiatan perdagangan berlangsung setiap hari, dan menghasilkan sampah secara terus-menerus.
“Masalah kebersihan dan sampah ini memang menjadi momok yang harus diatasi, dengan kepedulian dan kesadaran para pedagang,” ujarnya.