WARTABANJAR.COM, SUMEDANG - Beberapa hari lalu warga Kampung Sukaluyu, Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, geger.

Mereka ramai membicarakan kejadian anjing yang membawa mayat bayi.

Anjing ditemukan sedang menggigit mayat bayi yang diduga baru dilahirkan itu di halaman rumah kosong yang tidak jauh dari  balai desa setempat.

Semua bertanya, bahkan saling berprasangka, siapa ibu bayi yang tega melakukan.

Polisi pun turun tangan untuk mengungkap peristiwa yang sempat misteri dan menjadi perbincangan warga selama beberapa hari itu.

Perlu diketahui, Dusun Sukaluyu berlokasi sekira 32 kilometer dari pusat kota Sumedang.

Dusun itu berada di kawasan perbukitan dan terpencil. 

Baca Juga: KPK Geledah 8 Lokasi di Banjarmasin dan Banjarbaru, Kasus Eks Kepala KPP Mulyono

Baca Juga: Daeng Liwang Hanya Diam Ditangkap Usai Bunuh Kakak Kandung Saat Mandikan Cucu

Setelah melakukan penelusuran, akhirnya polisi menangkap seorang perempuan berinisial ER.

"Ia mengakui yang membuang bayi itu karena malu telah hamil sebelum menikah. Bahkan ia menutupi kehamilannya dari keluarga dengan tinggal di rumah kosong itu," ungkap Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansyah, Senin (31/8/2026).

Mengenai laki-laki yang menghamilnya, ER mengaku berada di Tasikmalaya, Jabar.

Setelah melahirkan seorang diri di rumah kosong itu, ER kemudian menguburnya di lahan dekat rumah.

Belum diketahui secara pasti, saat dikubur itu si bayi dalam kondisi hidup atau meninggal.

"Kasus ini terungkap saat ada warga yang melihat anjing itu membawa benda mencurigakan. Setelah didekati, ternyata anjing itu membawa jasad bayi yang sudah tidak utuh," ucap AKP Tanwin Nopiansyah.

Kemudian jasad itu dibawa ke RSUD Umar Wirahadikusumah.

Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya menambahkan, saat ditemukan itu diperkirakan terjadi pada dua hari setelah bayi dilahirkan.

"Pelaku yang membuang bayi itu ibu kandungnya sendiri. Ia menutupi kehamilan dari keluarga bahkan pacarnya juga tidak mengetahui," ujarnya.