Keseharian di Institusi Rehabilitasi Korban Narkoba Banjarbaru, Wajib Salat Subuh hingga Apel Malam
Setelah makan malam, kegiatan kerohanian berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 Wita.
Hari kemudian ditutup dengan briefing atau apel malam.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, mereka kembali ke kamar untuk beristirahat.
Begitulah siklus yang terus berulang dari Senin hingga Jumat.
Namun, di balik rutinitas yang terlihat sederhana tersebut, ada sesuatu yang sedang dibangun yakni kebiasaan baru dan cara pandang baru terhadap kehidupan.
Menyiapkan Hidup Setelah Lulus
Rutinitas tersebut bukan tujuan akhir.
Ada kehidupan yang harus kembali dijalani setelah peserta dinyatakan lulus dari program pembinaan di IPWL Pemulihan Rehabilitasi Korban Narkoba/YPR Kobra.
Oleh karena itu, salah satu hal penting yang mulai dipikirkan adalah apa yang akan dilakukan setelah keluar.
Ada keinginan untuk kembali ke keluarga, melanjutkan pendidikan, bekerja, atau menekuni kegiatan yang lebih positif dan produktif.
Mereka juga belajar bahwa keluar dari tempat pembinaan bukan berarti perjuangan selesai.
Justru di luar sana, tantangan untuk mempertahankan perubahan akan jauh lebih besar.
Oleh karena itu, pencegahan agar tidak kembali terlibat narkoba menjadi bagian penting dari perjalanan setelah lulus.
Menjauh dari lingkungan yang berisiko, memilih pergaulan yang sehat, memperkuat hubungan dengan keluarga, mengisi waktu dengan kegiatan positif serta berani menolak ketika kembali ditawari narkoba menjadi bekal yang harus terus dijaga.
Perubahan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu menjalani kehidupan baru dan tidak kembali ke kesalahan yang sama.
Di tempat ini, hari dimulai dengan salat Subuh dan berakhir setelah apel malam. Di antara keduanya ada belajar, disiplin, olahraga, ibadah dan evaluasi diri.
Sebuah rutinitas yang mungkin terasa berat pada awalnya, tetapi perlahan menjadi jalan untuk menata kembali kehidupan.
Dan ketika suatu hari mereka benar-benar meninggalkan tempat pembinaan, harapannya sederhana: pulang sebagai pribadi yang lebih kuat, memiliki rencana masa depan, dan mampu mengatakan tidak ketika narkoba kembali datang mengetuk pintu kehidupan.(wartabanjar.com)