WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperkuat dukungan infrastruktur air untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Salah satu titik dukungan berada di Embung Jokowi, kawasan Guntung Damar, Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, yang difungsikan sebagai sumber air untuk mendukung operasi pemadaman dan pembasahan lahan terdampak karhutla.

Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Provinsi Kalsel, Ir Herry Ade Permana ST MT, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan dan suplai air secara penuh selama 24 jam, untuk mendukung penanganan di sejumlah kawasan prioritas.

“Untuk kegiatan ini dari pagi, satu kali 24 jam, kita full untuk penyaluran air, suplai air ke dalam,” ujar Herry saat ditemui di Embung Jokowi, Minggu (30/08/2026).

Menurutnya, Dinas PUPR Provinsi Kalsel memiliki peran khusus dalam menyediakan dan mendistribusikan air, sedangkan kegiatan pemadaman menjadi tugas unsur lain yang tergabung dalam Satgas Karhutla.

“Kalau khusus posko yang di depan ini, dari Dinas PU kita untuk suplai air saja. Kalau untuk pemadaman itu ada dinas lain. Porsinya berbeda,” jelasnya.

Untuk memastikan pasokan air tetap tersedia, Dinas PU mengoperasikan sekitar 15 unit pompa. Peralatan tersebut terdiri dari pompa darat, pompa apung serta satu unit pompa berkapasitas besar.

Baca Juga: Satgas Darat Sebulan Lebih Basahi Hutan Lindung Banjarbaru, Titik Api Kembali Muncul Setelah Dua Hari

Baca Juga: Sumur Bor Bantuan Pemerintah Rampung di Kurnia Ujung Banjarbaru, Warga Harap Bantu Pembasahan Lahan Karhutla

Air berasal dari saluran pembuang irigasi yang masih memiliki debit cukup di tengah kondisi puncak musim kemarau. 

Air tersebut kemudian dipompa dan dialirkan menuju kanal-kanal di kawasan yang membutuhkan pembasahan.

Herry menjelaskan, salah satu tantangan di lapangan adalah kondisi debit air yang mengalami pasang surut. 

Pada pagi hari debit cenderung menurun, kemudian meningkat menjelang siang.