WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Sumur bor bantuan pemerintah yang dibangun berdasar arahan Menteri Lingkungan Hidup (LH) di kawasan Jl Kurnia Ujung, Liang Anggang, Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kini telah rampung.

Pembangunan sumur bor tersebut dikerjakan masyarakat selama sekitar empat hari. Sumur dengan kedalaman sekitar 40 meter itu telah menghasilkan air, namun warga menyebut kondisi air masih belum sepenuhnya bersih, dan belum digunakan secara optimal.

Salah seorang warga setempat, Kasman, mengatakan pembangunan sumur bor dilakukan setelah kunjungan Menteri LH ke kawasan tersebut. 

Bantuan itu diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air untuk kebutuhan pembasahan lahan, yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kurang lebih empat hari dikerjakan, tidak sampai seminggu,” ujar Kasman saat ditemui di lokasi, Minggu (30/08/2026).

Menurut Kasman, selain sumur bor yang telah selesai di Jl Kurnia Ujung, pemerintah juga berencana membangun sumur bor kedua.

Untuk sumur bor kedua terletak di kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Al-Masruriyy Badlan Kalimantan, yang berada di kawasan Jl Kurnia Ujung, Liang Anggang, Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Besok rencananya ke pondok. Alatnya dari sini dipindahkan ke sana,” katanya.

Kasman menyebut, pengerjaan sumur bor melibatkan sekitar empat orang pekerja dari masyarakat setempat yang mendapatkan upah. 

Baca Juga: Motor Tersenggol Truk Molen, sang Istri Meninggal di Depan SPBU Liang Anggang Banjarbaru

Baca Juga: Kabut Asap, Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Ubah Jam Belajar Siswa hingga Batasi Aktivitas Luar

Sementara peralatan pengeboran berasal dari pemerintah, dan masih berada di lokasi untuk digunakan dalam pembangunan sumur berikutnya.

Ia berharap sumur bor tersebut nantinya dapat membantu petugas pemadam dalam memperoleh pasokan air, terutama untuk melakukan pembasahan di kawasan yang masih menyisakan bara.

“Insyaallah tahan kalau untuk mengambil air. Airnya cukup deras, cuma mesinnya kurang besar, tekanannya masih kurang,” ungkapnya.