Satgas Darat Sebulan Lebih Basahi Hutan Lindung Banjarbaru, Titik Api Kembali Muncul Setelah Dua Hari
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jl Golf Ujung, Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus dilakukan secara intensif.
Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Meski titik api telah berhasil dipadamkan, potensi kemunculan api kembali masih tinggi, karena bara dapat bertahan di dalam lapisan gambut.
Hal itu disampaikan Bambang Marwanto, Kasi Pengendalian Karhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, saat ditemui di lokasi, Minggu (30/08/2026).
Ia menyebut dirinya bertugas sebagai koordinator penanganan di wilayah hutan lindung.
“Kita sudah di sini melakukan pembasahan sebelum Satgas dibentuk. Sudah satu bulan lebih,” ujar Bambang.
Menurutnya, kegiatan penanganan karhutla saat ini terbagi dalam beberapa kegiatan utama.
Tim mereka melakukan pembasahan, sekaligus pemadaman titik-titik api menggunakan sejumlah mesin dengan kapasitas berbeda.
Untuk mematikan titik api digunakan mesin 1,5 inci, 2 inci hingga 2,5 inci. Sementara pembasahan dilakukan menggunakan mesin 4 inci.
“Ada sekitar 50 mesin dumping yang kita aktifkan untuk melakukan pembasahan,” jelasnya.
Baca Juga: Motor Tersenggol Truk Molen, sang Istri Meninggal di Depan SPBU Liang Anggang Banjarbaru
Selain pembasahan dan pemadaman, tim juga melakukan pemindahan air, untuk memastikan pasokan air menjangkau kawasan hutan lindung.
Pasalnya, sumber air yang tersedia berada lebih rendah dari kawasan yang terbakar.
Bambang menjelaskan, air dari Sungai Banyu Hirang dinaikkan menuju Sungai Makmur. Dari kawasan tersebut, air kemudian kembali dipindahkan menuju kanal-kanal yang berada di kawasan hutan lindung, untuk menyuplai kebutuhan pembasahan.
“Dari Sungai Makmur kita pindahkan lagi ke kanal di hutan lindung untuk suplai air. Kanal ini nanti membasahi sampai belakang Sambang Lihum,” katanya.
Tim juga melakukan normalisasi kanal, agar aliran air dapat terbagi ke sejumlah segmen.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pencegahan, agar ketika kebakaran kembali terjadi, air sudah tersedia di sekitar lokasi.