Satgas Darat Sebulan Lebih Basahi Hutan Lindung Banjarbaru, Titik Api Kembali Muncul Setelah Dua Hari
“Tujuannya membagi air yang masuk supaya kanal-kanal ini terisi. Ketika terjadi kebakaran, kita sudah ada suplai air,” ujarnya.
Bambang mengakui penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan berbeda dibandingkan kebakaran di tanah mineral.
Ia mencontohkan, tim pernah melakukan patroli dan memastikan kawasan telah clear setelah dua hari penanganan. Namun pada hari ketiga, kembali ditemukan titik api.
“Kita sudah clear-kan dua hari, kita patroli lagi dua hari itu sudah clear. Ternyata hari ketiga kita patroli ada titik api lagi,” ungkapnya.
Karena itu, menurutnya, penanganan lahan gambut membutuhkan kesabaran dan pembasahan secara terus-menerus.
Menurut Bambang, water bombing dapat dimanfaatkan pada titik tertentu yang sulit dijangkau tim darat, terutama ketika tidak tersedia sumber air maupun akses selang.
Namun, ia menegaskan, water bombing lebih berfungsi untuk menahan dan membantu memadamkan api dari udara.
Untuk penanganan akhir tetap membutuhkan peran Satgas Darat melalui pembasahan dan perendaman.
“Kalau tidak ada titik air dan tidak bisa dijangkau dengan selang, kita minta bantuan Satgas udara. Sifatnya untuk menahan, penyelesaian akhirnya tetap di Satgas darat,” jelasnya.
Ia menyebut, respons Satgas Udara selama ini cukup baik setiap kali diminta membantu penanganan di kawasan hutan lindung.
Bambang berharap seluruh masyarakat ikut menjaga kawasan Banua dari ancaman karhutla.
Menurutnya, dampak kebakaran tidak hanya dirasakan pemerintah atau sektor kehutanan, tetapi seluruh masyarakat.
Kabut asap dapat mengganggu aktivitas pendidikan, kesehatan, hingga transportasi.
Bahkan, Banjarbaru sebagai salah satu pintu masuk Kalimantan Selatan melalui Bandara Syamsudin Noor ikut terdampak, ketika kabut asap menyelimuti wilayah tersebut.
“Yang rugi bukan cuma kehutanan. Semuanya, seluruh Banua,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi kemarau dan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.
“Sedikit saja percikan api, bahkan puntung rokok, bisa menyebabkan kebakaran yang hebat,” tegas Bambang.